lognews.co.id, Bandung — Pegawai Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) akhirnya bisa bernapas lega. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membayar sekaligus dua bulan gaji mereka, melampaui janji awal yang hanya menutup satu bulan tunggakan. Langkah itu disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat bertemu para pegawai. (3/4/26)
KDM mengakui dirinya tidak menepati komitmen awal, namun menyebut “pengingkaran” tersebut sebagai bentuk keberpihakan pada kesejahteraan pekerja. Ia memohon maaf dan berharap pembayaran dua bulan gaji dapat memberi ketenangan bagi keluarga pegawai. Para pekerja yang hadir tampak tersenyum dan menyambut keputusan itu dengan lega.
Pembayaran ini diharapkan dapat mengurangi tekanan finansial yang sebelumnya mereka rasakan akibat keterlambatan gaji. KDM sebelumnya menyatakan sebagian besar persoalan di Bandung Zoo telah hampir rampung, dengan 90 persen masalah dinyatakan terselesaikan, terutama terkait kesejahteraan pegawai serta operasional harian kebun binatang. Ia menegaskan, permasalahan yang tersisa berada pada aspek pengelolaan dan kepemilikan lembaga.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan Rp568,7 juta per bulan untuk menggaji 121 pekerja Bandung Zoo selama masa transisi. Semua pegawai dibayarkan sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Bandung, sekitar Rp4,7 juta per bulan. Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Bariati Ratna menegaskan bahwa pekerja direkrut sebagai tenaga ahli, bukan PKWT, karena profesi seperti perawat satwa hingga dokter hewan membutuhkan kompetensi khusus yang tidak dapat digantikan sembarang orang.
Kontrak tenaga ahli tersebut berlangsung mulai 25 Maret hingga 24 Mei 2026, sambil menunggu penetapan pengelola baru melalui proses lelang. Pemkot menargetkan keputusan pengelola ditetapkan sebelum awal Mei sehingga masa transisi tidak berlarut. Bariati mengimbau para pegawai tetap bekerja optimal, terutama dalam memastikan keselamatan dan kesehatan 700-an satwa yang berada di kawasan kebun binatang.
(Amri-untuk Indonesia)



