Saturday, 04 April 2026

Mapag Tamba Di Leuwigede, Tradisi Syukur Yang Tetap Dijaga Warga Indramayu

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Warga Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, kembali menggelar tradisi mapag tamba yang dirangkaikan dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas hasil pertanian serta upaya menjaga kelestarian budaya lokal. (3/4/26)

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam, 2 April 2026, di balai desa setempat ini dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga Babinsa Koramil Tukdana Serka Amin Kusmayadi, mencerminkan kuatnya sinergi antara masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga tradisi turun-temurun.

Mapag tamba merupakan tradisi agraris yang digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus permohonan doa agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan panen melimpah, sehingga tetap menjadi praktik budaya penting di kalangan petani desa.

Tokoh masyarakat Leuwigede menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan sarana mempererat hubungan sosial melalui kebersamaan dan gotong royong yang menjadi identitas masyarakat desa dari generasi ke generasi.

Babinsa Serka Amin Kusmayadi menilai pelestarian tradisi lokal memiliki nilai strategis dalam memperkuat keharmonisan sosial sekaligus memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari tugas pembinaan wilayah.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kondusif, menjaga ketahanan wilayah, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong yang tercermin jelas dalam pelaksanaan mapag tamba.

Rangkaian doa bersama yang berlangsung khidmat menegaskan harapan petani atas hasil panen yang baik, sementara antusiasme warga mengikuti acara menunjukkan komitmen kuat masyarakat Leuwigede dalam menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas budaya lokal. (Amri-untuk Indonesia)