Tuesday, 31 March 2026

Sampah Mengular 100 Meter di Jalan Toang Tinumpuk Indramayu, DLH Kekurangan Armada

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Deretan sampah mengular lebih dari 100 meter di jalan toang Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, menuju Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan. Jalur yang berada di tengah hamparan persawahan itu berubah menjadi titik pembuangan liar, memunculkan bau menyengat setelah hujan pagi mengguyur kawasan pada Jumat (27/3/2026).

Tumpukan sampah disebut mulai terlihat sejak 2020 dan kian meluas karena rendahnya kesadaran warga, sementara upaya kerja bakti warga setempat tidak mampu menghentikan aliran sampah baru. Lokasi yang jauh dari permukiman dimanfaatkan sebagian orang sebagai tempat buang sampah ilegal.

Pemerintah kecamatan mengklaim telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indramayu untuk penanganan darurat. Namun keterbatasan armada membuat pengangkutan sampah tersendat. Di Kecamatan Juntinyuat hanya tersedia empat mobil pengangkut yang juga harus melayani tiga kecamatan lain: Karangampel, Krangkeng, dan Kedokan Bunder.

Beban kian berat setelah beberapa truk mengalami kerusakan dan sejumlah sopir tidak bertugas karena sakit. Kondisi pasca-Lebaran pun memicu lonjakan volume sampah, memperpanjang daftar penumpukan di titik-titik rawan.

Secara total DLH Indramayu hanya memiliki 56 armada pengangkut sampah, tidak sebanding dengan rata-rata produksi sampah harian wilayah yang mencapai sekitar 1.000 ton. Ketimpangan kapasitas ini membuat sejumlah kawasan mengalami backlog pengangkutan.

DLH memastikan akan mengirim armada tambahan untuk menangani sampah di Juntinyuat. Namun tanpa pengawasan dan penindakan terhadap pembuangan ilegal, jalan toang Tinumpuk berpotensi kembali menjadi tempat penumpukan sampah setiap musim libur dan lonjakan volume.

(Amry-untuk Indonesia)