Wednesday, 25 March 2026

Capolaga Jadi Magnet Wisata Pasca Lebaran, Perputaran Ekonomi Naik

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Subang — Arus kunjungan wisata ke kawasan pegunungan Subang Selatan melonjak signifikan pada libur pasca Lebaran 1447 H. Di Capolaga Adventure Camp destinasi unggulan berbasis alam jumlah wisatawan pada 23 Maret 2026 tercatat menembus lebih dari seribu orang dalam satu hari. Lonjakan ini mengonfirmasi tingginya minat masyarakat terhadap ekowisata dan aktivitas luar ruang. Laporan lapangan disampaikan oleh AS Saeful Husna, dalam siaran live report di Radio Prima 95.8 FM, memantau langsung kondisi di lokasi.

Kawasan Capolaga menawarkan daya tarik utama berupa tiga titik air terjun, hamparan hutan pinus yang sejuk, dan area camping ground yang luas. Lanskap alam yang terjaga alami menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang mencari ketenangan sekaligus udara pegunungan yang segar.

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada ekonomi lokal, terutama pelaku jasa wisata, penyedia area berkemah, pedagang kuliner, hingga transportasi. Model pariwisata berbasis alam yang diterapkan Subang Selatan terbukti memberikan pendapatan musiman yang stabil dengan risiko operasional relatif rendah.

Akses jalan menuju Capolaga yang mudah dilalui menjadi keunggulan tambahan. Hal ini memperkuat posisinya sebagai destinasi kompetitif dibandingkan kawasan wisata alam lain di Jawa Barat. Wisatawan datang tidak hanya dari Subang dan Bandung Raya, tetapi juga dari luar provinsi, memperlihatkan jangkauan pasar yang terus meluas.

Dari sisi ekonomi, permintaan terhadap berbagai layanan meningkat tajam: sewa tenda, jasa pemandu, konsumsi makanan, hingga fasilitas parkir. Pelaku usaha menyebut volume transaksi naik hingga dua digit dibandingkan hari normal. Harga tiket masuk yang tetap terjangkau Rp15.000 - Rp20.000 per orang menjadi faktor penting yang menjaga arus kunjungan tetap tinggi tanpa membebani wisatawan.

Keamanan kawasan turut diperkuat dengan patroli mobile, sementara itu, edukasi kebersihan bagi pengunjung terus dilakukan agar kawasan tetap ramah keluarga. Kebersihan yang terjaga konsisten menjadi nilai tambah destinasi ini.

Bagi wisatawan yang bermalam, suasana malam hari di area camping menghadirkan pengalaman yang berbeda dari suasana perkotaan. Suara aliran air, hembusan angin, serta atmosfer pegunungan menjadi alasan banyak pengunjung kembali setiap tahun. Beberapa wisatawan bahkan mengusulkan penambahan fasilitas seperti kedai malam atau area kuliner khusus untuk meningkatkan kenyamanan.

Secara keseluruhan, lonjakan pengunjung pasca Lebaran menguatkan bahwa ekowisata tetap menjadi segmen pariwisata yang paling tahan terhadap fluktuasi ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kawasan Subang Selatan memiliki peluang besar memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi alam utama di Jawa Barat. (AS Saeful Husna/Amri – untuk Indonesia)