lognews.co.id, Indramayu — Perayaan malam takbiran di Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu berlangsung meriah melalui Festival Takbir Keliling yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. (20/3/26)
Sejak sore hari, warga mulai memadati titik-titik berkumpul untuk menyaksikan arak-arakan takbir keliling yang digelar oleh Pemuda Pancasila PAC Sukra. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat peserta menampilkan berbagai kreasi ogoh-ogoh yang dihiasi lampu dan ornamen unik.
Suasana religius berpadu dengan semangat kebersamaan, menjadikan malam takbiran sebagai momentum tahunan yang dinantikan masyarakat. Festival ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas warga.
Tercatat sebanyak 11 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari satu masjid dan sembilan mushola di wilayah Sukra Wetan dan sekitarnya. Masing-masing kelompok menampilkan ogoh-ogoh terbaik dengan iringan takbir yang menggema sepanjang rute yang telah ditentukan.
Selain kreativitas visual, jumlah peserta yang mengawal setiap kelompok juga menjadi salah satu unsur penilaian dalam lomba. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas dalam kegiatan tersebut.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, panitia bekerja sama dengan aparat setempat dalam pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas selama festival berlangsung.
Sementara itu, hadiah dan trofi bagi para pemenang berasal dari dukungan tokoh setempat, H. Daniel Mustaqin Shafiuddin, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Penilaian festival meliputi keindahan dan kreativitas ogoh-ogoh, kerapian barisan, serta jumlah peserta yang terlibat dalam arak-arakan.
Berdasarkan hasil penilaian, Mushola Hidayatul Janah dari Dusun Karang Anyar berhasil meraih juara pada festival tahun ini.
Perwakilan pemenang, Wahyudin, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga kekompakan dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Festival Takbir Keliling Sukra Wetan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat nilai keagamaan dan sosial. Tradisi ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan zaman, kearifan lokal tetap hidup dan menjadi perekat kebersamaan masyarakat.
(Amri-untuk Indonesia)



