Monday, 16 March 2026

Bulog Salurkan 5.286 Paket OPADI

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Perum Bulog Cabang Indramayu menyiapkan 5.286 paket sembako bersubsidi melalui program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) guna membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. (14/3/26)

Wakil Kepala Bulog Indramayu Rendy Saktiko menjelaskan program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk intervensi pasar untuk menekan lonjakan harga pangan.

Pelaksanaan OPADI yang digelar di halaman Gedung Landrad Alun-Alun Indramayu disambut antusias warga. Sejak pagi masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket sembako murah yang disediakan pemerintah.

Dalam program tersebut, masyarakat dapat menebus satu paket sembako dengan harga Rp40 ribu, jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Setiap paket berisi beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir Rosebrand 1 kilogram, serta tepung terigu Tulip 1 kilogram.

Bupati Indramayu Lucky Hakim yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan operasi pasar menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu daya beli masyarakat menjelang Idulfitri.

Menurut Lucky, kebutuhan pangan biasanya mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan sehingga pemerintah perlu melakukan langkah strategis agar harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rendy Saktiko menambahkan distribusi paket OPADI dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah agar penyaluran bantuan lebih merata. Kecamatan Indramayu memperoleh 1.626 paket, Jatibarang 900 paket, Karangampel 660 paket, Terisi 540 paket, Kandanghaur 780 paket, serta Anjatan 780 paket.

Program OPADI diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun masyarakat umum tetap diperbolehkan memanfaatkan pasar murah tersebut selama persediaan masih tersedia. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan tekanan inflasi pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran.

(Amri-untuk Indonesia)