Friday, 06 March 2026

Warga Perumahan BDI 3 Indramayu Jadi Korban Hipnotis

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Warga Perumahan Bumi Dermayu Indah (BDI) 3, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dihebohkan dengan dugaan aksi hipnotis bermodus penjualan madu. Seorang ibu rumah tangga bernama Nani dilaporkan menjadi korban setelah membeli empat boks madu dengan harga mencapai Rp1,1 juta.

Ketua RT 23 RW 04 Perumahan BDI 3, Darya (54), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 14.17 WIB saat korban berada seorang diri di rumah.

“Korban ibu Nani. Kejadiannya kemarin sekitar pukul 14.17 WIB. Saat itu korban sedang sendirian di rumah, memang kondisi perumahan biasanya sepi pada siang hari,” ujar Darya saat ditemui di rumah korban, Rabu (4/3/2026).

Menurut Darya, pelaku awalnya menawarkan madu dengan harga yang cukup tinggi. Namun setelah proses tawar-menawar, korban akhirnya membeli empat boks madu dengan harga Rp1,1 juta. Pelaku juga mengiming-imingi korban hadiah etalase agar bersedia membeli produk tersebut.

Korban baru menyadari kejanggalan setelah transaksi selesai. Saat harga madu tersebut dicek melalui internet, diketahui harga aslinya hanya sekitar Rp14.000 hingga Rp17.500 per boks.

“Setelah dicek di Google ternyata harga madunya jauh lebih murah. Korban langsung syok begitu mengetahui harga sebenarnya,” kata Darya.

Darya mengungkapkan, berdasarkan pengakuan korban, pelaku sempat membentak-bentak saat menawarkan barang. Anehnya, meskipun mendapat perlakuan kasar, korban justru menuruti semua permintaan pelaku tanpa melakukan perlawanan.

Aksi pelaku juga sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga yang berada di depan rumah korban. Dari rekaman tersebut terlihat pelaku merupakan seorang pria yang mengenakan jaket hitam, celana jins, serta kacamata hitam.

Pelaku diketahui datang seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMax. Berdasarkan penelusuran dari CCTV warga lainnya, pelaku sempat berkeliling di kawasan perumahan sebelum akhirnya menemukan korban yang sedang menjemur pakaian di depan rumah.

“Dia masuk dari arah Jalan Tembaga lalu berkeliling di dalam perumahan. Setelah melihat korban di luar rumah, pelaku langsung mendekat dan melakukan aksinya,” jelas Darya.

Sejauh ini baru satu warga yang diketahui menjadi korban. Namun pihak RT mengaku telah memberikan peringatan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap orang tidak dikenal yang menawarkan barang.

Peristiwa tersebut juga belum dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Meski demikian, pengurus lingkungan telah meminta petugas keamanan perumahan untuk meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam sepi.

“Kami sudah meminta satpam agar lebih sering patroli, minimal setiap satu jam sekali, terutama saat siang hari atau malam ketika kondisi perumahan sepi,” ujarnya.

Sementara itu, suami korban, Agus (54), mengatakan istrinya masih mengalami syok setelah kejadian tersebut. Ia mengaku tidak menyangka istrinya bisa membeli madu dengan harga yang sangat mahal.

“Waktu itu saya sedang bekerja. Istri di rumah bersama anak-anak. Sampai sekarang dia juga masih bingung kenapa bisa membeli madu itu,” kata Agus.

Pihak pengurus lingkungan mengimbau warga untuk tidak mudah percaya kepada orang asing, terutama jika menawarkan barang dengan harga yang tidak wajar.

(Amri-untuk Indonesia)