Monday, 23 February 2026

Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Kuota Mudik Gratis 2026, Pendaftaran Lewat Sapawarga

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan kembali menggelar Program Mudik Gratis 2026 dengan kuota 3.040 tiket dan 74 unit bus untuk keberangkatan pada 13–15 Maret 2026 dari Terminal Leuwipanjang Bandung, Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi. (22/2/26)

Berdasarkan kompilasi keterangan resmi Dishub Jabar dan publikasi pemerintah daerah, program ini digelar bekerja sama dengan Jasa Raharja serta sejumlah operator bus seperti PO Sugeng Rahayu, Damri, Sinar Jaya, Primajasa, dan MGI. Kuota 3.040 kursi tersebut tersebar pada 15 rute, baik dalam maupun luar Jawa Barat, dengan tujuan utama Yogyakarta, Solo, Semarang, Sragen, Wonogiri, Tasikmalaya, Sukabumi, Pelabuhan Ratu, hingga Purbalingga.

Rute dengan kuota terbesar antara lain Bandung–Sukabumi (400 tiket), Yogyakarta–Bandung (360 tiket), serta beberapa trayek Bandung–Yogyakarta dan Bandung–Solo yang totalnya mencapai lebih dari 800 tiket. Dishub memastikan total kuota dan jumlah armada konsisten dengan kapasitas rata-rata 40–45 penumpang per bus sesuai standar angkutan antarkota.

Pendaftaran dibuka sejak 11 Februari hingga 12 Maret 2026 melalui aplikasi digital “Sapawarga” yang dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar. Pemudik wajib mengisi data kependudukan seperti NIK, nomor Kartu Keluarga, alamat, dan memilih rute. Aktivasi tiket dilakukan pada 1–12 Maret 2026 sebelum jadwal keberangkatan.

Dishub Jabar menegaskan seluruh armada telah melalui pemeriksaan teknis atau ramp check guna memastikan kelayakan jalan, termasuk pengecekan sistem pengereman, ban, lampu, dan dokumen kendaraan. Pengemudi dan kru juga menjalani pemeriksaan kesehatan untuk menjamin keselamatan perjalanan.

Program ini menjadi bagian dari kebijakan pelayanan publik menjelang Idulfitri untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi kepadatan arus mudik, serta meningkatkan keselamatan perjalanan. Pemerintah Provinsi Jabar mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas ini lebih awal mengingat kuota terbatas dan berbasis verifikasi data kependudukan. (Amri-untuk Indonesia)