lognews.co.id, Indramayu — Sebuah truk rig pengeboran air tanah produksi 1985 yang pernah digunakan dalam proyek pendayagunaan air tanah (P2AT) di Jawa Barat diabadikan sebagai monumen sekaligus menara Masjid Al-Muhtadiin di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Dari Aset Proyek Air Tanah ke Ikon Masjid
Kendaraan berwarna kuning tersebut merupakan truk mounted tipe rig pengeboran buatan Jepang tahun 1985. Pada masanya, unit ini digunakan dalam proyek pengeboran sumur air tanah hingga kedalaman sekitar 700 meter, dengan sistem hidrolik dan pompa mud pump Garden Denver NAS 7.
Menurut keterangan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, kendaraan itu awalnya beroperasi di wilayah Madiun, Jawa Timur, sebelum dipindahkan ke Jawa Barat pada akhir 1980-an untuk mendukung proyek air tanah di Indramayu dan sejumlah daerah lain, termasuk Sukabumi.
Selama sekitar 16 tahun beroperasi, truk tersebut berperan dalam pembangunan sumur air tanah di berbagai wilayah Jawa Barat.
Berhenti Operasi Awal 2000-an
Memasuki awal 2000-an, kendaraan dinyatakan tidak lagi beroperasi karena:
- Mesin sering mengalami overheat
- Ketersediaan suku cadang langka
- Usia teknis sudah melewati masa pakai optimal
Alih-alih dijual sebagai besi tua, kendaraan tersebut kemudian dipertahankan sebagai aset simbolik.
Dijadikan Menara Masjid dan Monumen BBWS
Pada 2023–awal 2024, truk tersebut diposisikan di halaman Masjid Al-Muhtadiin, yang berada di lingkungan Kantor Kepengamatan UPI Rentang Area SI Utara dan SI Sindupraja, BBWS Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung,
Bagian belakang kendaraan dimodifikasi dengan tambahan kubah kecil dan pengeras suara, sehingga berfungsi sebagai menara masjid.
Langkah ini disebut sebagai bentuk:
- Penghormatan terhadap sejarah proyek air tanah
- Simbol pengabdian BBWS di bidang sumber daya air
- Upaya pelestarian aset bersejarah agar tidak menjadi rongsokan
Simbol Sejarah Infrastruktur Air
Proyek Pendayagunaan Air Tanah (PAT/P2AT) pada era 1970–1990-an menjadi bagian penting pembangunan infrastruktur air di Jawa Barat, terutama di wilayah pertanian dan kawasan rawan kekeringan seperti Indramayu.
Keberadaan rig pengeboran tersebut menjadi pengingat peran teknis BBWS dalam penyediaan sumber air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Konteks Infrastruktur Air di Indramayu
Indramayu dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang sangat bergantung pada sistem irigasi dan ketersediaan air tanah. BBWS Cimanuk Cisanggarung selama ini berperan dalam pengelolaan sungai, irigasi, serta sumber daya air lintas kabupaten/kota di Jawa Barat.
Menjadikan eks rig pengeboran sebagai menara masjid tidak hanya menghadirkan nilai estetika unik, tetapi juga menyimpan narasi sejarah pembangunan infrastruktur air di daerah tersebut.
Hingga kini, monumen tersebut menjadi salah satu ikon tidak resmi di kawasan Jatibarang dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
(Amri-untuk Indonesia)


