Lognews.co.id, Bekasi - Diduga masalah hutang piutang, Seorang Pria berinisial P Tega menghabisi dua nyawa dan menanamnya dengan di cor.
Rumah kontrakan, Jalan Nusantara, RT 11 RW 22, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, terdapat dua korban jiwa yang dicor di bawah tangga.
Ditemukan juga pria penghuni kontrakan berinisial P, yang mencoba bunuh diri dengan luka sayatan di bagian nadi. P meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit pada Senin 27 Februari 2023 malam kemarin. Pelaku pun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit..
Diduga keberadaan dua mayat korban masih tercor di dalam rumah. Polisi pun masih menunggu untuk melakukan pembongkaran.
“Diduga dua ya. Belum ini masih nunggu Polda,” singkat Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Arwan di lokasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki, menerangkan kasus pembunuhan tersebut mencuat setelah adanya laporan masyarakat yang kehilangan isterinya.
Hengki menjelaskan sang suami melacak melalui ponsel korban dan ditemukan titiknya di lokasi kejadian.
Suami korban (Heri) yang curiga dengan Hp istrinya dan temannya yang susah dihiubungi saat hingga malam hari tidak kunjung memberi kabar.
Awalnya korban (Yusi) pamit pergi ke masjid untuk mengikuti pengajian Masjid At Taqwa, Perumahan Harapan Baru Regensi, Kota Bekasi, Minggu 26/2/2023 sekira Jam 13.00 WIB lalu jam 16:00 korban beserta temannya (Heni) yang juga menjadi korban mengunggah foto ke media sosial,sedang makan bakso.
Karena Hp istri dan temannya (Heni) susah dihubungi, Heri segera ke Rumah Sakit Cakung, khawatir istrinya terlibat kecelakaan.
Tak sampai disitu, Polsek dan pospol Cakung juga didatangi untuk mencari istrinya, hingga998 Heri pun kembali datang usai mengarahkan anaknya untuk mengecek keberadaan sang istri melalui sinyal GPS Maps.
"Pas saya telfon keluarga Heni, katanya Heni juga belum pulang, pas di cek GPS lokasinya ada di Bekasi Utara itu rumah terduga pelaku, sama ternyata posisinya, langsung deh ke lokasi," imbuhnya.
Sesampainya di lokasi sekira pukul 15.00 WIB, Heri beserta keluarga dari Heni pun tidak diperkenankan untuk merangsak masuk ke hunian terduga pelaku.
Sehingga langsung menghampiri petugas Bhabinkamtibmas dan juga pihak Kelurahan setempat untuk dapat membantu merangsak masuk.
"Kalau saya langsung masuk, kena pelanggaran undang - undang saya, terus untuk pastiin ada istri saya, saya cek CCTV di sekitar lokasi, ternyata ada betul istri saya sama Heni naik motor masuk ke rumah ini (terduga pelaku)," imbuhnya.
Memasuki waktu magrib, Heri dan keluarga dari Heni pun rupanya juga belum diperkenankan untuk masuk, dan masih menunggu petugas berwenang datang.
Sekira pukul 22.00 WIB, seusai petugas datang, Heri pun langsung merangsak masuk, dan mulai curiga dengan melihat berupa adukan semen pada bagian halaman terduga pelaku. (Amr-untuk Indonesia)



