lognews.co.id, Sambas — Seorang petani muda di Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencatat hasil panen padi mencapai 9,6 ton per hektare. Capaian tersebut menjadi bukti peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui kombinasi teknologi dan konsistensi pengelolaan lahan. (26/4/26)
Petani bernama Heri (37) mengungkapkan, hasil panen tersebut diperoleh berdasarkan timbangan riil di lapangan. Ia menegaskan capaian itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan ketekunan dan penerapan teknologi pertanian modern.
“Semua ada proses. Mulai dari ketekunan, pemilihan metode tanam, sampai penggunaan teknologi pertanian yang tepat,” ujarnya.
Teknologi Jadi Kunci Produktivitas
Heri menjelaskan, penggunaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemupukan yang tepat menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil panen.
Selain itu, penerapan inovasi teknologi di lahan sawah dinilai mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
“Di tengah perubahan sektor pertanian, penggunaan teknologi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” katanya.
Hadapi Tantangan Pertanian Modern
Ia mengakui, tantangan di sektor pertanian saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan cuaca hingga efisiensi biaya produksi. Karena itu, petani dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi dan metode budidaya.
Menurutnya, keberhasilan panen tidak hanya bergantung pada teori, tetapi juga pada praktik lapangan yang konsisten dan terukur.
Siap Berbagi Ilmu ke Petani Lain
Heri menyatakan terbuka untuk berbagi pengalaman dengan petani lain guna mendorong kemajuan sektor pertanian di daerahnya.
“Kalau ada petani lain ingin belajar atau berbagi pengalaman, saya terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain teknologi, mental yang kuat dan konsistensi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan. (Amri-untuk Indonesia)



