lognews.co.id, Jakarta — Lima negara tercatat sebagai penyumbang investasi asing terbesar di Indonesia pada kuartal I 2026. Dominasi ini menegaskan kuatnya peran penanaman modal asing (PMA) dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. (26/4/26)
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asing mencapai Rp250 triliun atau setara 50,01 persen dari total investasi nasional pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan investor global terhadap pergerakan ekonomi Indonesia.
Singapura menempati posisi pertama sebagai investor terbesar dengan nilai investasi mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp75,9 triliun. Posisi berikutnya diisi Hong Kong sebesar US$2,7 miliar, disusul Tiongkok dengan US$2,2 miliar.
Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat keempat dengan nilai investasi US$1,3 miliar, dan Jepang melengkapi lima besar dengan total investasi sekitar US$1 miliar.
Aliran investasi asing mayoritas masuk ke sektor industri logam dasar dan barang logam dengan nilai mencapai US$3,7 miliar atau sekitar 24,5 persen dari total PMA. Sektor ini dinilai strategis dalam mendukung hilirisasi industri nasional.
Selain itu, sektor pertambangan juga menjadi tujuan utama investor dengan nilai investasi mencapai US$1,1 miliar. Adapun sektor properti, termasuk perumahan dan kawasan industri, menyerap investasi sekitar US$900 juta.
Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi daerah tujuan utama investasi dengan nilai mencapai US$3,1 miliar. Posisi selanjutnya ditempati DKI Jakarta dan Sulawesi Tengah sebagai kawasan dengan daya tarik investasi tinggi.
Total realisasi investasi nasional pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).
Peningkatan investasi tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 706.569 tenaga kerja terserap di berbagai sektor industri, meningkat 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dominasi lima negara investor tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi strategis di kawasan Asia. Pemerintah terus mendorong masuknya investasi berkualitas guna memperkuat struktur ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri serta memperluas peluang kerja bagi masyarakat. (Amri-untuk Indonesia)



