lognews.co.id, Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan program penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tahun 2026 guna meningkatkan mutu dan akses pendidikan tinggi secara merata di Indonesia. (13/4/26)
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menegaskan program ini merupakan strategi jangka panjang untuk mengurangi kesenjangan kualitas antarwilayah sekaligus memperkuat peran PTS dalam sistem pendidikan nasional.
Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai bantuan jangka pendek, tetapi sebagai langkah sistematis untuk mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.
Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Mukhamad Najib, menyatakan penguatan PTS menjadi bagian penting dari kebijakan Pendidikan Tinggi Berdampak yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembelajaran serta relevansi lulusan terhadap kebutuhan industri dan pembangunan.
Pada implementasinya, program PP-PTS 2026 memiliki dua skema utama, yakni peningkatan kualitas pembelajaran bagi PTS kecil dan menengah serta penguatan daya saing bagi PTS yang telah memiliki kapasitas dan keunggulan tertentu.
Pemerintah juga memastikan pelaksanaan program dilakukan secara transparan, berbasis kinerja, serta disertai kewajiban pelaporan penggunaan bantuan secara akuntabel oleh perguruan tinggi penerima.
Melalui program ini, pemerintah berharap PTS semakin adaptif, kompetitif, dan mampu berkontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional maupun daerah. (Amri-untuk Indonesia)



