lognews.co.id, Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara terkait pengadaan 21 ribu motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). (11/4/26)
Teddy menyatakan bahwa penjelasan rinci mengenai urgensi pengadaan tersebut berada di bawah kewenangan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Ia menegaskan, pemerintah akan menyampaikan penjelasan yang terkoordinasi agar tidak terjadi perbedaan informasi di publik.
“Jawaban pastinya ada di Kepala BGN. Beliau juga sudah memberikan penjelasan dan akan disampaikan kembali secara resmi,” ujar Teddy di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Sebelumnya, Dadan menjelaskan bahwa pengadaan puluhan ribu motor listrik tersebut ditujukan untuk menunjang distribusi layanan gizi, khususnya dalam menjangkau wilayah terpencil dan sulit diakses.
Motor listrik tersebut akan digunakan oleh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah, sebagai sarana operasional dalam distribusi makanan bergizi.
“Ini untuk menjangkau desa-desa yang sulit. Jadi sifatnya menunjang operasional,” kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dari sisi anggaran, harga pasar motor listrik tersebut disebut mencapai sekitar Rp52 juta per unit. Namun, pemerintah mengklaim memperoleh harga lebih rendah, yakni di kisaran Rp40 jutaan per unit melalui skema pengadaan.
Distribusi motor listrik akan dilakukan secara nasional dengan prioritas daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi, guna memastikan program MBG berjalan optimal di seluruh wilayah.
Meski demikian, kebijakan ini menuai perhatian publik karena besarnya jumlah pengadaan dan nilai anggaran yang terlibat. Pemerintah menegaskan akan memberikan penjelasan lanjutan secara terbuka untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program.
Program MBG sendiri merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di berbagai daerah Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)



