lognews.co.id, Cirebon — Perekonomian kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencatat pertumbuhan 5,09 persen (yoy) sepanjang 2025, meningkat dari 4,34 persen pada 2024. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menempatkan Kabupaten Indramayu sebagai kontributor terbesar pembentukan PDRB regional. (3/4/26)
Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis menyebut Indramayu menyumbang 3,73 persen terhadap struktur PDRB Ciayumajakuning. Kabupaten Cirebon memberi 2,41 persen, Majalengka 1,65 persen, Kuningan 1,37 persen, dan Kota Cirebon 1,08 persen. Secara keseluruhan, kontribusi Ciayumajakuning terhadap perekonomian Jawa Barat mencapai 10,24 persen, ditopang industri pengolahan, pertanian, perdagangan besar–eceran, transportasi–pergudangan, serta konstruksi.
Investasi wilayah tumbuh 5,27 persen (yoy). Tingkat kemiskinan berada di 9,02 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 6,10 persen. Optimisme konsumen terus menguat, ditunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 145,8. Laporan Liaison BI menunjukkan penjualan triwulan I/2026 membaik dengan level saldo (LS) 0,69, didorong peningkatan permintaan domestik.
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI memproyeksikan ekspansi dengan saldo bersih tertimbang (SBT) 40,7 persen. Prospek investasi meningkat dengan SBT 13,59 persen, naik signifikan dari 3,19 persen pada triwulan sebelumnya. Namun sebagian pelaku industri masih menahan ekspansi; PMI industri pengolahan Ciayumajakuning berada di level 43,47 persen, di bawah ambang ekspansi akibat tekanan eksternal dan lemahnya permintaan global.
Dengan kontribusi terbesar pada PDRB kawasan, Indramayu menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Ciayumajakuning dan berpotensi mempertahankan peran strategis tersebut pada 2026 seiring stabilnya konsumsi domestik dan meningkatnya keyakinan masyarakat.
(Amri-untuk Indonesia)



