lognews.co.id, Solo – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) campak di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati, sementara Brebes dan Kudus berstatus suspek. Kota Solo hingga saat ini belum menemukan kasus campak positif (2/4/26).
Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan situasi di Solo masih terkendali dan mengimbau masyarakat mengikuti program imunisasi campak. Ia menegaskan vaksin aman dan dapat diakses di 17 puskesmas serta fasilitas kesehatan lainnya di Kota Solo.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Retno Erawati Wulandari menyampaikan terdapat sekitar 50 kasus suspek campak yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sebagian besar berasal dari anak-anak yang datang ke fasilitas kesehatan maupun praktik dokter mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Hasanudin membenarkan penetapan status KLB. Keputusan ini diambil setelah ditemukan dua kasus campak dalam satu kecamatan, sementara delapan pasien sebelumnya tersebar di Binangun, Cilacap Tengah, Wanareja, dan Dayeuhluhur kini sudah sembuh. Ia menegaskan kondisi saat ini terkendali dan fokus Dinas Kesehatan adalah langkah pencegahan di wilayah yang terindikasi suspek.
Gejala campak umumnya berupa demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah pada kulit yang muncul dari area belakang telinga. Sekretaris Dinkes Solo Anom Yuliansyah menambahkan surveilans, penyelidikan epidemiologi, serta pemeriksaan spesimen terus ditingkatkan untuk memastikan diagnosis setiap suspek.
Dinkes Solo melaksanakan program imunisasi kejar (catch-up campaign) untuk melengkapi dosis balita dan anak-anak, serta meningkatkan edukasi, komunikasi, dan informasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan guna mencegah penularan.
(Amry-untuk Indonesia)



