lognews.co.id, Solo — Indonesia belum diperbolehkan melintasi Selat Hormuz, sehingga Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencari pasokan minyak mentah dari berbagai negara lain, Kamis (26/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi global. Bahlil memastikan ketersediaan BBM, solar, dan LPG di Indonesia tetap aman. Ia menekankan pentingnya pemakaian energi secara bijak oleh masyarakat.
"Presiden memerintahkan kami untuk segera mencari pasokan dari hampir semua negara dan mengoptimalkan energi yang ada di dalam negeri," ujar Bahlil saat sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Iran mulai mengizinkan kapal dari negara tertentu melintasi Selat Hormuz, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan. Namun, Indonesia belum masuk daftar negara yang mendapat akses karena aturan Iran hanya mengizinkan kapal dari negara yang dianggap bersahabat dan tidak terlibat dalam agresi terhadap Iran.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar konflik di Timur Tengah segera dihentikan karena menimbulkan penderitaan sipil dan mengganggu pasokan minyak, gas, dan pupuk global.
Indonesia terus mengupayakan alternatif pasokan energi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar, sementara koordinasi dengan negara-negara produsen minyak menjadi langkah strategis di tengah situasi global yang tidak pasti.
(Amri-untuk Indonesia)



