Saturday, 28 March 2026

Kepala BAIS TNI Mundur Setelah Oknum Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Yudi Abrimantyo, resmi mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab institusional atas keterlibatan empat prajurit BAIS dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Penyerahan jabatan dilakukan di Mabes TNI, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan pengunduran diri tersebut merupakan langkah akuntabilitas TNI dalam menghadapi dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan personel. Hingga kini pengganti Kepala BAIS belum diumumkan. (26/3/26)

TNI dan Kementerian Pertahanan menggelar koordinasi untuk memperkuat pembenahan internal, penegakan hukum, serta disiplin prajurit sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. TNI menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, dengan penindakan melalui peradilan militer, sanksi disiplin, hingga pemberhentian tidak dengan hormat apabila tingkat pelanggaran memenuhi unsur. Empat prajurit BAIS yang menjadi terduga pelaku Kapten NDP, Letda BH, Letda BHW, dan Serda ES masih menjalani pemeriksaan internal.

Korban, Andrie Yunus, diserang pada 12 Maret 2026 malam dan mengalami luka bakar serius sekitar 24 persen, sehingga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kasus ini memicu perhatian publik terkait akuntabilitas aparat dan transparansi proses hukum terhadap personel militer.

(Amri-untuk Indonesia)