lognews.co.id, Jakarta — Pemerintah bersama Jasa Marga mengoptimalkan rekayasa lalu lintas, pemantauan berbasis data, dan insentif tarif guna mengendalikan kepadatan arus balik Idulfitri 1447 H. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, melaporkan pola pergerakan kendaraan selama 11–25 Maret 2026, termasuk puncak arus mudik yang menembus 270 ribu kendaraan—tertinggi sepanjang sejarah. Ia meminta pemudik memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret serta aplikasi Travoy untuk merencanakan perjalanan menuju puncak arus balik 28–29 Maret. (26/3/26)
Pemantauan terintegrasi melalui JMTC menjadi dasar pengambilan keputusan contraflow dan one way berdasarkan indikator volume per capacity ratio (VCR). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat yang belum kembali agar mengatur waktu perjalanan guna mengurai beban puncak, serta menekankan pentingnya istirahat di rest area untuk menekan kecelakaan. Menko PMK Pratikno menyebut kelancaran arus mudik tahun ini ditopang respons cepat, koordinasi lintas lembaga, dan sistem monitoring real time. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menambahkan tingkat kecelakaan menurun berkat kedisiplinan publik mengikuti arahan petugas, sekaligus mendorong pemanfaatan WFA dan diskon tarif untuk meratakan distribusi perjalanan. Ia turut meminta pengemudi kendaraan sumbu tiga ke atas mematuhi ketentuan SKB terkait pembatasan lalu lintas selama masa mudik–balik.
(Amri-untuk Indonesia)



