lognews.co.id, Jakarta — Seorang pria yang sebelumnya viral karena berjoget di area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Dalam video yang beredar Rabu (25/3), ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, terlebih masih dalam suasana Lebaran. Ia juga menyampaikan penyesalan kepada Presiden Prabowo Subianto karena aksinya dinilai menimbulkan kegaduhan. (25/3/26)
Pria tersebut sebelumnya terekam berjoget di ruang berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) serta di area dapur tanpa alat pelindung diri. Dalam unggahan lain, ia mengaku kegirangan karena disebut mendapat insentif Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kemudian memicu reaksi publik dan mempertanyakan kelayakan operasional SPPG miliknya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang menegaskan pihaknya kecewa dengan perilaku yang bersangkutan karena dinilai tidak mencerminkan etika operasional layanan gizi. BGN kemudian memantau fasilitas tersebut dan menjatuhkan sanksi pembekuan sementara (suspend) karena ditemukan ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis. Pria itu diketahui memiliki tujuh titik SPPG, namun hanya satu yang telah beroperasi.
BGN juga menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk memberikan teguran keras terkait pelanggaran prosedur. Enam SPPG lain yang belum berjalan akan diawasi secara ketat selama proses pendirian hingga masa operasional. Nanik menegaskan bahwa SPPG bukan proyek bisnis, melainkan bagian dari upaya negara memastikan ketahanan gizi dan kecerdasan anak bangsa.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan fasilitas yang berperan dalam program strategis nasional. BGN meminta seluruh mitra SPPG menjaga profesionalitas, memastikan kepatuhan standar higienitas, serta tidak membuat konten yang dapat mencederai tujuan program. Pria tersebut kembali menegaskan komitmennya mengikuti aturan dan berharap kejadian serupa tidak terulang. (Amri-untuk Indonesia)



