Friday, 20 March 2026

H-2 Jadi Puncak Mudik, 250 Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Jalur

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Cikampek — Arus mudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai puncaknya pada H-2, dengan lonjakan volume kendaraan hingga sekitar 250 ribu unit di jalur utama.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut peningkatan kendaraan terjadi signifikan dibanding hari sebelumnya, baik di jalur tol maupun arteri.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi lalu lintas terpantau padat namun tetap bergerak dan masih dalam kendali petugas.

“Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada puncaknya diperkirakan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan,” ujarnya di Command Center KM 29, Bekasi.

Lonjakan arus kendaraan terjadi sejak pagi hingga malam di sejumlah titik jalur mudik. Meski demikian, distribusi kendaraan masih dapat diatur melalui rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara bertahap.

Penerapan sistem satu arah (one way) nasional yang diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga wilayah Jawa Tengah dinilai efektif mengurai kepadatan. Selain itu, skema one way lokal dari KM 414 hingga Bawen turut menjaga kelancaran arus.

Di jalur arteri, peningkatan volume kendaraan juga terjadi, meski pergerakan lalu lintas relatif lancar dengan perlambatan di titik tertentu.

Secara keseluruhan, kondisi arus mudik di jalur tol, arteri, hingga penyeberangan seperti Merak–Bakauheni masih dalam kategori terkendali.

Kakorlantas juga mencatat penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 40 persen dibanding periode sebelumnya. Penurunan ini didukung pengamanan terpadu, peningkatan pelayanan, serta pemanfaatan teknologi selama Operasi Ketupat 2026.

Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan matang, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area secara optimal guna memastikan perjalanan tetap aman hingga tujuan.

(Amri-untuk Indonesia)

H-2 Jadi Puncak Mudik, 250 Ribu Kendaraan Diprediksi Padati Jalur

Cikampek — Arus mudik Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai puncaknya pada H-2, dengan lonjakan volume kendaraan hingga sekitar 250 ribu unit di jalur utama.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebut peningkatan kendaraan terjadi signifikan dibanding hari sebelumnya, baik di jalur tol maupun arteri.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi lalu lintas terpantau padat namun tetap bergerak dan masih dalam kendali petugas.

“Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, terjadi peningkatan volume kendaraan. Pada puncaknya diperkirakan mencapai sekitar 250 ribu kendaraan,” ujarnya di Command Center KM 29, Bekasi.

Lonjakan arus kendaraan terjadi sejak pagi hingga malam di sejumlah titik jalur mudik. Meski demikian, distribusi kendaraan masih dapat diatur melalui rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara bertahap.

Penerapan sistem satu arah (one way) nasional yang diberlakukan dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga wilayah Jawa Tengah dinilai efektif mengurai kepadatan. Selain itu, skema one way lokal dari KM 414 hingga Bawen turut menjaga kelancaran arus.

Di jalur arteri, peningkatan volume kendaraan juga terjadi, meski pergerakan lalu lintas relatif lancar dengan perlambatan di titik tertentu.

Secara keseluruhan, kondisi arus mudik di jalur tol, arteri, hingga penyeberangan seperti Merak–Bakauheni masih dalam kategori terkendali.

Kakorlantas juga mencatat penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 40 persen dibanding periode sebelumnya. Penurunan ini didukung pengamanan terpadu, peningkatan pelayanan, serta pemanfaatan teknologi selama Operasi Ketupat 2026.

Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan matang, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area secara optimal guna memastikan perjalanan tetap aman hingga tujuan.

(Amri-untuk Indonesia)