lognews.co.id, Jakarta — Pemerintah tengah mematangkan langkah efisiensi dan optimalisasi anggaran negara sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika global. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif tanpa mengganggu jalannya program prioritas nasional.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pejabat tinggi negara membahas rencana penyesuaian belanja kementerian dan lembaga, sekaligus merumuskan strategi penguatan kebijakan fiskal ke depan.
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.
Airlangga menegaskan bahwa langkah efisiensi anggaran dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjaga batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di level aman.
Pemerintah memastikan tidak akan melonggarkan batas defisit APBN 2026, dan memilih fokus pada optimalisasi anggaran melalui efisiensi belanja kementerian dan lembaga.
Selain itu, pemerintah juga terus mencermati perkembangan situasi global yang dinilai masih penuh ketidakpastian, termasuk potensi dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian nasional.
Sebagai langkah antisipasi, berbagai skenario fiskal juga tengah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan ekonomi global yang berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Kebijakan efisiensi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus memastikan program-program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal di tengah tantangan ekonomi global.
(Amri-untuk Indonesia)



