Friday, 13 March 2026

Tutor PKBM Al-Zaytun dan Hangatnya Silaturahmi Ramadhan bersama JKI

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd. (Tutor PKBM Al-Zaytun)

lognews.co.id, Indramayu - Senja Ramadhan selalu membawa cerita. Pada Selasa, 10 Maret 2026, hari ke-20 Ramadhan, suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kuat di kediaman Bapak Kurnoto, SE, di Blok Cipedang Bunder, Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis. Ratusan warga Jama’ah Ka’batullah Indonesia (JKI) berduyun-duyun datang. Sekitar 350 undangan memenuhi halaman rumah, membawa semangat silaturahmi dalam acara buka bersama yang sederhana namun penuh makna.

Tepat pukul 17.00, acara dimulai dengan basmalah yang dipandu oleh Joko Sairan, SH, Tutor PKBM Al-Zaytun, selaku MC. Kehangatan langsung terasa ketika Ustadz Kurnoto, SE sang tuan rumah sekaligus ketua panitia menyampaikan sambutannya. Dengan rendah hati ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran para pengurus dan jamaah JKI wilayah Indramayu Barat, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun hidangan.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk berdoa bersama agar wilayah Indramayu Barat segera berkembang dan menjadi pusat kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

lognews.co.id foto 84 latief

Memasuki acara inti, Bapak Latif Wahyu Haryono, S.Sos sebagai perwakilan Pengurus JKI, menyampaikan tausiyah singkat tentang makna silaturahmi. Ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi jalan yang diyakini dapat memperpanjang umur dan membuka pintu rezeki.

Menjelang azan Maghrib, doa bersama dipanjatkan. Setelah semua tamu menerima hidangan, suasana berbuka terasa sangat hangat. Warga dari berbagai daerah seperti Haurgeulis, Gantar, Tukdana, Kopyah, Anjatan, hingga Indramayu menyantap hidangan sambil berbincang akrab dengan orang-orang di sekeliling mereka.

Namun di tengah keramaian itu, ada pertemuan kecil yang menghadirkan cerita besar.

Beberapa tutor, alumni, dan warga belajar PKBM Al-Zaytun ternyata hadir dalam acara tersebut, baik sebagai panitia maupun tamu undangan. Salah satu pertemuan yang paling mengharukan adalah ketika seorang alumni tiba-tiba datang menghampiri dan memeluk hangat salah satu tutor.

Namanya Sunenti, alumni PKBM Al-Zaytun lulusan tahun 2022 kelas C4. Pertemuan itu begitu spontan dan penuh haru. Bukan sekadar pertemuan antara tutor dan warga belajar, tetapi seperti dua sahabat lama yang lama terpisah.

Sunenti mengenang masa-masa belajarnya di PKBM dengan penuh rasa syukur. Ia bercerita bahwa dahulu sempat mendapat ejekan dari lingkungan sekitar.

“Ngapain sekolah? Sudah tua juga, memang mau jadi guru atau dosen?” begitu kata orang-orang kepadanya.

Namun ia hanya menjawab sederhana, “Aamiin.”

Baginya, belajar adalah jalan untuk memperbaiki diri. Setelah lulus dari PKBM Al-Zaytun, Sunenti justru mendapat kesempatan mengajar di PAUD Bina Graha Insan Mulia, binaan Kurnoto. Tidak berhenti di sana, ia juga melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Al Amin, Kempet, Indramayu.

Menariknya, selama belajar di PKBM ia tetap menjalankan usaha berdagang pakaian. Bahkan, usahanya justru semakin berkembang karena bertambahnya jaringan pertemanan.

“Sekolah itu tidak menghalangi usaha saya. Justru menambah teman dan membuka rezeki,” tuturnya.

Kenangan masa belajar masih ia simpan rapi: foto bersama teman, piagam penghargaan, bahkan piala prestasi yang pernah diraih.

Cerita inspiratif lain datang dari alumni bernama Rohayati dari Gantar. Di lingkungannya, ia kini lebih dikenal sebagai “ustadzah”. Ia kerap diminta memimpin acara keagamaan, mengajar tahsin, hingga memimpin doa dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Dalam Paguyuban Istri Peduli, Rohayati bahkan dipercaya sebagai penanggung jawab bidang kerohanian yang menyusun program istighazah dan doa bersama.

Keaktifan para alumni ini bukanlah hal yang mengejutkan. Di PKBM Al-Zaytun, para warga belajar memang terbiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan organisasi, mulai dari pembukaan pembelajaran, penutupan kegiatan, hingga lomba antar kelas. Dari sanalah mereka belajar berkoordinasi, berkomunikasi dalam tim, dan berbicara di depan umum.

Tak heran jika di tengah masyarakat mereka tampil percaya diri dan aktif berkontribusi.

Melihat itu semua, para tutor yang hadir merasa bangga.

“Saya sangat bahagia sebagai tutor ketika bertemu alumni yang sudah berhasil dan mampu mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Itu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan apa pun,” ungkap salah satu tutor dengan mata berbinar.

Di antara panitia juga tampak beberapa tutor PKBM Al-Zaytun seperti Ustadz Khoirun, SH, Ustadz Tardi, Ustadz Supriyadi, S.Pd, dan Ustadz Anwar yang turut membantu jalannya acara.

Waktu pun bergerak cepat. Setelah berbuka dan berbincang hangat, acara ditutup pada pukul 18.20 dengan hamdalah. Satu per satu jamaah kembali ke rumah masing-masing, membawa rasa syukur dan kedamaian di hati.

Ramadhan sore itu bukan hanya tentang berbuka bersama. Ia menjadi saksi bahwa pendidikan, silaturahmi, dan ketulusan dapat melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dan di balik cerita itu, peran Tutor PKBM Al-Zaytun tampak hadir diam-diam menyalakan cahaya ilmu yang kini terus menyala di tengah masyarakat. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah