Tuesday, 03 March 2026

BRIN Manfaatkan Iradiasi Kendalikan Hama

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) menjajaki pemanfaatan teknologi iradiasi untuk pengendalian hama pascapanen beras bersama Perum Bulog. Penjajakan ini dilakukan dalam pertemuan di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (24/2), sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Pertemuan membahas kebutuhan Bulog menjaga kualitas stok beras hingga 10 bulan penyimpanan. Risiko infestasi kutu beras yang kerap tidak terdeteksi sejak tahap penggilingan menjadi perhatian, karena telur hama dapat berkembang selama masa simpan dan menurunkan mutu produk.

Peneliti ORTN, Bimo Saputro, menjelaskan teknologi iradiasi pengion menggunakan berkas elektron berenergi tinggi mampu memutus siklus hidup hama tanpa meninggalkan residu kimia. Ia menyebut metode ini tidak merusak mutu fisik maupun kandungan gizi beras sehingga menjadi alternatif lebih berkelanjutan dibandingkan metode kimia konvensional.

Kepala ORTN, Syaiful Bahkri, menambahkan dosis yang dibutuhkan relatif rendah, yakni sekitar 1 hingga maksimal 3 kGy untuk membasmi telur dan larva. Namun efektivitasnya bergantung pada tata kelola pergudangan, kemasan tertutup rapat, serta sistem pengendalian akses yang ketat.

Sebagai tindak lanjut, tim ORTN melakukan kunjungan ke gudang Bulog di Jakarta Timur guna memetakan kondisi penyimpanan dan potensi titik masuk hama. Pada tahap awal, kapasitas layanan ditargetkan 4 hingga 5 ton per hari sebagai fase percontohan sebelum dilakukan evaluasi teknis lanjutan terkait dosis optimal dan keamanan pangan.

(Amri-untuk Indonesia)