Sunday, 01 March 2026

MBG DAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH Sebuah Refleksi Program Berskala Nasional

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Latief WeHa

lognews.co.id - Negeri ini seperti terlalu alergi pada kata “uji coba”. Setiap ada program besar MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan sejenisnya langsung diumumkan sebagai gerakan nasional. Skala besar, target ambisius, anggaran triliunan. Seolah-olah keberanian meluncurkan lebih penting daripada ketelitian mempersiapkan.

Padahal logika sederhana saja mengajarkan: bahkan membangun warung kopi pun orang mencoba resep dulu, menghitung modal, menguji pasar.

Tapi untuk program yang menyentuh jutaan rakyat, kita sering merasa cukup dengan rapat dan seremoni.
Pilot project itu bukan tanda ragu. Ia justru tanda tanggung jawab.

Dari proyek percontohan, kita bisa tahu: apakah sistemnya jalan? Apakah SDM siap? Apakah distribusi efektif? Apakah pengawasan memadai? Tanpa itu, kesalahan kecil bisa berubah menjadi kegagalan besar dan dampaknya bukan hanya pada laporan kinerja, tapi pada kehidupan masyarakat.

Ironisnya, ketika muncul masalah di lapangan, yang disalahkan sering kali teknis pelaksana. Padahal desain awalnya tak pernah benar-benar diuji dalam skala realistis. Evaluasi datang belakangan, setelah biaya sosial dan finansial terlanjur membengkak.

Program besar memang butuh visi besar. Tetapi visi tanpa tahapan hanyalah optimisme yang mahal.

Negara yang dewasa tidak berlomba siapa paling cepat mengumumkan, melainkan siapa paling cermat mempersiapkan. Karena dalam kebijakan publik, yang diuji bukan hanya konsep melainkan kepercayaan rakyat. (Sahil untuk Indonesia)