lognews.co.id, Jakarta — Pemerintah Indonesia akan mengekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi dengan nilai transaksi sekitar Rp150 miliar. Pengiriman dilakukan dalam dua tahap pada 28 Februari dan 4 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan ekspor ini menjadi pengiriman perdana sebelum diperluas ke negara lain seperti Malaysia. Pelepasan tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan pengiriman awal diprioritaskan untuk kebutuhan jemaah dan petugas haji Indonesia di Arab Saudi. Petugas haji menjadi prioritas karena tiba lebih dahulu di Tanah Suci.
Menurut Rizal, beras yang dikirim merupakan beras premium sesuai permintaan pemerintah dan importir Arab Saudi. Selama ini konsumsi beras jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sebagian besar dipasok dari Thailand dan Vietnam.
Pemerintah menyebut ekspor ini sebagai bagian dari penguatan posisi Indonesia dalam perdagangan pangan internasional, seiring klaim capaian swasembada pangan dan target menjadi lumbung pangan dunia.
(Amri-untuk Indonesia)


