Tuesday, 17 February 2026

Radio Tetap Hidup di Era Digital, Prima 95,8 FM Hadir Dekat dengan Pendengar

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Peringatan Hari Radio Nasional pada 13 februari 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran radio sebagai media yang tetap relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Meski berbagai platform digital bermunculan, radio dinilai masih memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan pendengar, terutama melalui konten lokal yang informatif dan interaktif.

Hari Radio tidak hanya menjadi simbol sejarah penyiaran di Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan fungsi radio sebagai media edukasi, hiburan, serta penyampai informasi yang cepat dan terpercaya. Dalam situasi krisis maupun kondisi normal, radio masih menjadi sumber informasi yang mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Radio lokal seperti Prima 95,8 FM menjadi contoh bagaimana media penyiaran terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan identitasnya sebagai sahabat masyarakat. Melalui program-program siaran yang informatif dan komunikatif, Prima 95,8 FM berupaya menghadirkan konten yang relevan dengan kebutuhan pendengar, mulai dari informasi publik, edukasi, hingga hiburan yang inspiratif.

Radio di Era Digital: Adaptif dan Tetap Relevan

Perkembangan teknologi digital memang mengubah pola konsumsi media. Namun, radio memiliki keunggulan tersendiri, yakni mobilitas tinggi, akses mudah, serta kemampuan menciptakan kedekatan melalui suara. Banyak stasiun radio kini memanfaatkan platform digital seperti streaming online dan media sosial untuk memperluas jangkauan audiens, yang bisa kalian dengarkan di google dengan meng KLIK primafmindramayu.com dan di aplikasi NOICE.

Prima 95,8 FM, misalnya, terus berinovasi dengan menghadirkan program interaktif yang melibatkan partisipasi pendengar secara langsung. Hal ini menjadi strategi penting agar radio tetap relevan di tengah kompetisi media yang semakin ketat, seperti program Ngopi Shay pukul 07.00-10.00 WIB, Fenstura 11.00-15.00 WIB, MP3 (Muda dan Menginspirasi) pada pukul 17.00-21.00 dan Prima ROCK Session pukul 21.00-23.00 WIB

Selain itu, peran penyiar sebagai communicator menjadi nilai tambah yang tidak mudah tergantikan oleh algoritma digital. Interaksi yang hangat dan spontan menciptakan pengalaman mendengarkan yang lebih personal.

Menjaga Eksistensi Melalui Kedekatan Komunitas

Keberhasilan radio bertahan hingga saat ini tidak lepas dari kemampuannya membangun relasi dengan komunitas lokal. Radio tidak sekadar menjadi media penyampai informasi, tetapi juga ruang dialog bagi masyarakat.

Prima 95,8 FM secara konsisten berupaya menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat, baik melalui siaran langsung, liputan kegiatan lokal, maupun kolaborasi dengan berbagai komunitas. Upaya tersebut memperkuat posisi radio sebagai media yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan kehadirannya.

Direktur Prima 95,8 FM Handy A Nasution menyampaikan bahwa peringatan Hari Radio Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan kedekatan dengan pendengar. Menurutnya, radio harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital, namun tetap menjaga karakter utama sebagai media yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat lokal.

Peringatan Hari Radio menjadi refleksi bahwa di tengah perubahan zaman, esensi radio sebagai media suara yang dekat dengan masyarakat tetap memiliki tempat tersendiri. Dengan inovasi dan komitmen yang berkelanjutan, radio diyakini akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari ekosistem informasi di masa depan. (Sahil Untuk Indonesia)