lognews.co.id, Jakarta – Rudy Susmanto selaku Bupati Bogor mencanangkan program penanaman hutan kota seluas 220 hektare di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah konkret memulihkan fungsi lingkungan dan menjaga kawasan hulu Sungai Ciliwung secara berkelanjutan.
Pencanangan ditandai dengan kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan kota Puncak Ajip, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Rabu (5/2/26). Rudy menegaskan wilayah hulu Ciliwung memiliki posisi strategis karena menopang kebutuhan air lintas daerah, mulai dari Bogor hingga wilayah hilir seperti Depok, Bekasi, dan DKI Jakarta.
Program ini dirancang dengan skema minimal satu hektare hutan kota di setiap kecamatan. Dari total 40 kecamatan, inventarisasi awal mencatat potensi luasan penanaman mencapai sekitar 220 hektare, termasuk optimalisasi lahan milik pemerintah daerah. Hingga saat ini penanaman telah berjalan di 30 kecamatan, sementara 10 kecamatan lainnya masih dalam tahap pematangan lahan.
Selain kawasan hutan kota, penanaman juga menyasar koridor jalan dan jalur tengah pembangunan infrastruktur, termasuk ruas Bojonggede–Kemang sepanjang kurang lebih delapan kilometer dengan penyesuaian karakter tanah dan iklim. Pemerintah daerah menyiapkan tim pemeliharaan khusus selama satu tahun guna memastikan tingkat hidup tanaman tetap tinggi.
Rudy menekankan bahwa program ini bukan sekadar penambahan ruang hijau simbolik, melainkan langkah pencegahan jangka panjang terhadap banjir dan longsor yang selama ini kerap terjadi akibat degradasi lingkungan. Ia menyebut pemulihan ekosistem harus dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat, bukan hanya seremonial penanaman.
Dukungan bibit tanaman datang dari Bank Pohon Nusantara yang dikelola Sandi Adam. Lembaga tersebut mampu memproduksi sekitar 100 ribu hingga 200 ribu bibit per tahun dari 96 jenis tanaman buah dan kayu khas Jawa Barat, termasuk 18 jenis pohon langka, dengan pusat pembibitan di kawasan Puncak, Kota Bogor, dan Bandung.
(Amri-untuk Indonesia)


