Wednesday, 08 April 2026

Pendeta Muhammad Rusli Manoarfa "Majunya Indonesia Raya adalah Toleransi Perdamaian Tunjuk Ajar Syaykh Panji Gumilang"

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Indramayu - Pendeta Muhammad Rusli Manoarfa kaget dengan pemandangan Ma'had Al-Zaytun, didalamnya ternyata begitu teduh dan hijau seperti diluar negeri. Beda dari kebiasaannya Pendeta yang senang memakai topi hitam, Pendeta Rusli Manoarfa seperti memperjelas bahwa dirinya hadir mengunjungi Al-Zaytun tidak menonjolkan keagamaan, karena memang agama bukan untuk ditonjolkan secara fisik namun lebih kepada karakter, ruh dan kejiwaan, yang sesuai dengan langkah Tuhan.

Datang ke Al-Zaytun, Muhammad Rusli Manoarfa bersama rombongan komunitas lintas agama bermaksud untuk berkenalan dengan semua orang dengan lintas agama dan budaya untuk hidup berdampingan secara damai sesama makhluk tuhan dan makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa percampuran orang lain, sejalan dengan apa yang disampaikan pahlawan nasional Indonesia dan Gubernur Sulawesi pertama Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau dipanggil Sam Ratulangi melalui filsafatnya: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.

IMG 20241025 WA0019(Cita cita Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa untuk bertemu Syaykh Panji Gumilang terwujud)

Pertemuannya dengan Syaykh Panji Gumilang membawa kesan fantastis bagi dirinya menyaksikan bagaimana pertanian dan peternakan dikembangkan ditambah saat melihat kapal besar yang dibuat oleh santri Ma'had Al-Zaytun. Menurutnya sangat terang apa yang dibuat oleh Syaykh Panji Gumilang agar anak santrinya menjadi pelanjut nenek moyang, menjaga kekayaan laut yang dipersiapkan untuk masa hadapan, yaitu hanya dengan kapal besar maka generasi Indonesia bisa makan ikan segar, protein tinggi seperti orang Jepang yang pintar pintar karena banyak makan ikan segar.

Datang pada jam makan siang, tepatnya pukul 12.00 WIB, Pdt Muhammad Rusli Manoarfa disambut oleh Ustadz Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., ME, langsung menikmati pelayanan jamuan makan siang di restoran wisma Al Ishlah menjadi pengalaman keramahan Civitas Ma'had Al-Zaytun ditambah lagi dengan menikmati minuman khas teh tarik dan pisang organik Al-Zaytun, Rombongan pendeta Rusli mengungkapkan didaerah Indramayu masuk kedalam hingga gerbang utara Ma'had Al-Zaytun awalnya merasa hawa yang cukup panas namun tidak menyangka didalamnya begitu banyak pepohonan hijau dan banyak makanan mengingatkannya akan Negara Israel yang pernah dikunjunginya. Usai jamuan makan , Pendeta Rusli dan rombongan kemudian melihat kurikulum Ma'had Al-Zaytun dan melihat bagaimana kesungguhan Ma'had Al-Zaytun yang fokus mendidik hanya untuk mengharapkan Ridha Allah SWT, sehingga semua civitas, ustadz dan ustadzah hingga para santri punya semangat untuk melangsungkan wajib pendidikan hingga 18 hingga 20 tahun, selain itu rutinitas lainnya adalah OKK (Olahraga Kebugaran Kaki) mulai dari santri tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga tingkat MA (Madrasah Aliyah) berjalan sejauh 7 Km lebih, selama 2 jam dan dengan 10 ribu langkah lebih.

Melalui kemandirian yang dikonsepkan di Ma'had Al-Zaytun yaitu green economy, membuat para santri hanya membayar biaya pendidikan namun bisa menikmati program makan bergizi dan sehat gratis, hal inilah yang dilihat oleh Pendeta Rusli bersama rombongan saat melihat begitu besarnya pengolahan beras modern dengan silo berkapasitas 1.000 Ton. 

Setelah melihat konsep pendidikan Ma'had Al-Zaytun kemudian Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa diberikan kesempatan melihat kapal besar yang dibuat santri Ma'had Al-Zaytun di pelabuhan samudra biru, Eretan Indramayu. Memberi keterangan kepada tim lognewsTV saat menemui Syaykh di Eretan Indramayu, Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa mengakui kagum dengan padi Jepang yang ditanam oleh para santri, maka dirinya ingin mencicipinya.

"Dan saya melihat pertanian yang dikembangkan sangat luar biasa saya sudah menikmati, membeli beras Jepang dikoperasi dan sekarang saya ditepi laut yang sangat kaya supaya bangsa Indonesia bisa bangga akan kekayaannya" ujar Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa (24/10/2024).

Apa yang diterangkan oleh Syaykh Panji Gumilang mengenai solusi Indonesia sebagai sumber pangan dunia membuatnya optimis dan berharap pemerintahan sekarang bisa mencontoh gagasan Syaykh Panji Gumilang yang memikirkan pangan hingga 1.000 tahun lamanya.

"Sebetulnya tiap insan yang lahir di Indonesia, haram untuk miskin, karena lahir ditanah yang sangat kaya, namun sengketa antar agama dan golongan membuat kita tidak pernah maju" tegas Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa.

Kemudian Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa menceritakan berbincang langsung dengan Syaykh Panji Gumilang merupakan cita citanya selama ini yaitu mendengarkan gagasan toleransi dan kebangsaan, kedatangannya bersama teman lintas agama Ia maksudkan untuk bersilaturahim, berkenalan lebih dekat dengan Syaykh Panji Gumilang dan Keinginannya untuk melihat langsung setelah cukup lama mendengarkan kemegahan Al-Zaytun dan mempelajari bagaimana Al-Zaytun mampu mendidik generasi yang kuat untuk mempraktekkan hidup bersama dalam bingkai Kebhinekaan dan toleransi perdamaian. Kedatangannya bersama rombongan melukiskan betapa indahnya persatuan, bukan karena agama, ras, suku, maupun budaya, tapi membawa semangat ingin hidup rukun damai sebagai sesama anak bangsa untuk membangun negaranya.

Syaykh Al Zaytun Panji Gumilang (Syaykh Panji Gumilang membeberkan potensi besar Indonesia sebagai poros maritim dunia)

Dijelaskan Syaykh Panji Gumilang kepada para tamunya bahwasanya kita bersatu dan membangun Indonesia sebagai bangsa Indonesia yang menginginkan kemajuan melalui pendidikan seperti Ma'had Al-Zaytun, bukan karena agama kita maju namun karena mengutamakan keindonesiaan.

Tiba waktunya untuk kembali ke Jakarta, Pdt. Manoarfa berterimakasih atas penerimaan Ma'had Al-Zaytun yang berkesan dan apa yang disampaikan Syaykh Panji Gumilang menjadi penyemangat dirinya serta membuatnya bangga menjadi bangsa Indonesia, dengan toleransi yang selalu didengungkan sehingga tidak lagi memandang agama tapi kesadaran bahwa kita adalah suatu bangsa yang besar, ingin hidup maju dengan apa yang kita punya yaitu alam yang sangat kaya. Semua kegiatan yang dilakukannya hari ini dinilainya perlu juga dilakukan oleh teman teman atau orang yang masih belum mengetahui tentang Syaykh Panji Gumilang dan Al-Zaytun .

"Saudara yang belum tahu tentang Al-Zaytun masih menganggap "nyleneh" harus datang ketempat ini langsung bertemu dengan bapak Syaykh Panji Gumilang pimpinan Al-Zaytun dan tidak eksklusif tidak ada kesulitan untuk datang , mari saudara saudara berkunjung ke tempat ini untuk melihat kapal untuk kejayaan Indonesia ini" pungkas Pdt. Muhammad Rusli Manoarfa.

(Amri-untuk Indonesia )