lognews.co.id, Indramayu – Sebanyak 31 kepala Sapi dengan kisaran berat per kepala 500 - 700 Kg, 46 Kepala Kambing dan 151 kepala domba disembelih oleh juru sembelih Ma'had Al Zaytun di Pondok Pesantren terbesar di Asia Tenggara pada 17 - 19 Juni 2024. (17/6/2024)
Proses penyembelihan dilakukan dengan teknik yang cepat dan tepat saat sapi masih dalam keadaan tidak sadar dengan jangka waktu sadar kurang lebih 30 detik saja.
Metode pemingsanan atau stunning menjadi kunci agar sapi tidak merasakan sakit ketika dilakukan pemotongan, ditambah alat yang dipakai merupakan alat sembelih yang steril yang terbuat dari bahan khusus dan hanya akan dipakai untuk pemotongan kurban saja tidak untuk yang lain, sehingga sangat memudahkan pelaksanaan kurban.
Adapun tekniknya dengan memastikan Jakun yang terletak diantara leher dan kepala, di kerongkongan lalu disembelih dengan mengarahkan ke bawah, atas dan dalam sesuai dengan prosedur yang dia dapatkan dari komunitas JULEHA atau Juru Sembelih Halal di Indramayu agar supaya sapi kurban dapat memberikan potensi terbaiknya menghasilkan daging yang super premium.
Teguh, menjadi salah satu Juru Sembelih yang juga Ustadz Pondok Pesantren Al Zaytun menjelaskan teknik penyembelihan hewan di Al Zaytun memakai cara yang dia terima dari pelatihan JULEHA atau Juru Sembelih Halal, menurutya proses penyembelihan kurban sudah sesuai dengan tunjuk ajar Syaykh Al Zaytun Panji Gumilang yaitu memuliakan ternak yang akan disembelih.

Susanto, juru sembelih halal Ma'had Al zaytun menjelaskan bagaimana proses penyembelihan hewan, dengan pengalaman dan pelatihan, Susanto mengaku sapi yang begitu besar lebih efektif apabila ditangani dengan profesional, modern dan kasih sayang seperti yang dilakukannya bersama tim pemotongan kurban Al Zaytun.
Sapi kurban dipastikan tidak akan mengalami stres, baik saat keluar kandang hingga ketempat pemotongan setelah beberapa hari sebelumnya sapi yang sudah dipersiapkan untuk kurban diberi pelayanan terbaik, diberi tempat senyaman mungkin, dicukupi makan minum yang baik, hingga dijaga agar tidak terganggu oleh kehadiran orang asing, sehingga yang memperlakukannya memang orang orang yang biasa dijumpainya.
Menjelang pemotongan, Sapi diberi ketenangan untuk selanjutnya baru dipingsankan, dan berdoa untuk kemudian disembelih oleh tim pemotongan dengan adat dan budaya seperti yang biasa dilakukan setiap tahun.

Tempat pemotongan tertutup agar tidak terlihat oleh lingkungan orang yang menonton baik santri maupun civitas al Zaytun, agar tidak ada yang menonton dan memang tidak diperbolehkan untuk ditonton.
Perbedaan pada umumnya dari puncak kegiatan sumbangan daging kurban pada Rabu (19/6/2024) adalah panitia tengah menyiapkan pendistribusian paket sumbangan daging kepada organisasi Persatuan Wartawan Nasrani atau PEWARNA di Jakarta.
Syaykh Al-Zaytun Prof. DR. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, M.P. berpesan, Tabarru' atau sumbangan paket daging tahun ini diberikan sebagai komitmen dan konsistensi kepedulian Ma'had Al zaytun kepada warga yang pantas mendapatkannya, namun Syaykh berharap setiap tahunnya ada perubahan dari sisi kuantitas jumlah paket yang diberikan, dan bila itu terjadi maka ada peningkatan taraf hidup dimasyarakat.
Selama 25 tahun ini, pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun memberikan paket sumbangan daging ke kota Gresik, Cirebon, Indramayu, Jakarta dan Menes, Pandeglang, Banten, dan tahun ini hampir 6000 paket sumbangan daging diberikan yang semuanya dipersiapkan dan direncanakan dengan konsep kemandirian.
Panitia yang terdiri dari berbagai bagai komponen civitas Ma'had Al zaytun diantaranya Jama'ah Ka'batullah Indonesia, santri Rijal dan Nisa, santri Pramuka, mahasiswa, ustadz/ah, eksponen, P3KPI dan warga sekitar Ma'had Al Zaytun, Indramayu.

Giat yang juga diliput oleh group lognews.co.id yakni LognewsTV, terlihat semua warga yang menerima bahagia dan gembira, dan tidak lupa warga menyampaikan salam dan doa terbaik untuk Syaykh Al Zaytun.
"Bapak jaitun baik, selalu ingat kepada kita yang di kampung, padahalkan jauh jaitun dari daerah kita, tapi bapak jaitun ingat terus yaa, gak seperti pemerintah lupa sama warganya", ujar Sakinah dengan logat Cirebonnya.
Dari lokasi lain, ungkapan yang disampaikan oleh penerima paket sumbangan daging yakni Mak Siti warga blok Gabel Gantar Indramayu mengatakan, bapak Syaykh orang baik, gak melihat siapa kita, tapi kenapa bapak Syaykh bisa menerima ujian yang berat seperti sekarang ini, namun kami berharap segera selesai ujian bapak Syaykh ungkapnya sembari meneteskan air mata.
Saat wawancara dengan LognewsTV, Ketua Jama'ah Ka'batullah Indonesia (JKI) mengatakan, petugas gabungan yang diterjunkan bergantian setiap harinya, dengan tujuan semua dapat merasakan bagaimana rasanya memberi dan punya kesempatan bersilaturahim dengan warga sekitar Ma'had Al Zaytun yang sangat mencintai Ma'had Al Zaytun.
Ditambahkannya tunjuk ajar Syaykh Al Zaytun kepada kami semua adalah dasar keikhlasan kami dalam mensukseskan setiap kegiatan apapun itu termasuk hari ini, tegasnya.
Ditengah kondisi sulit saat ini dan yang sedang menimpa Syaykh Al Zaytun, tidak menyurutkan Syaykh untuk terus peduli terhadap warga sekitar apa lagi Syaykh paham betul kondisi kekurangan saat ini
Pada hari H, pelaksanaan shalat ieduladha di masjid Rahmatan Lil' Alamiin yang dihadiri oleh ribuan jamaah, khatib mengajak untuk mempraktekan arti dari berkurban sesungguhnya bahkan REMONTADA FROM WITHIN harus dilakukan sebagai kebangkitan diawali dari diri sendiri maka makna tahun ini adalah Al Zaytun All New For The World bukan lagi hanya Indonesia saja. (Amr-untuk Indonesia)



