Thursday, 21 May 2026

Uganda Larang Warganya Berjabat Tangan Usai Dua Kasus Ebola Terdeteksi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Kampala - Kementerian Kesehatan Uganda menetapkan larangan berjabat tangan dan praktik menyapa lain yang berpotensi memicu penularan penyakit setelah dua kasus Ebola terkonfirmasi di negara tersebut. (20/5/26)

Menurut laporan media lokal Nile Post pada Selasa, pemerintah Uganda terus memantau perkembangan penyebaran Ebola sekaligus mengambil berbagai langkah pencegahan guna menekan risiko penularan lebih luas.

Dua kasus Ebola yang ditemukan di Uganda diketahui melibatkan warga negara Republik Demokratik Kongo atau DRC. Salah satu pasien dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.

Pada Ahad (17/5), World Health Organization menetapkan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Berdasarkan data terbaru otoritas kesehatan DRC, sebanyak 131 kematian akibat Ebola telah tercatat di negara tersebut.

Sebelumnya, wabah Ebola di DRC sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025. Namun, munculnya kembali kasus lintas negara membuat otoritas kesehatan internasional meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus mematikan itu di kawasan Afrika Tengah. (Amri-untuk Indonesia)