Thursday, 19 February 2026

Kuba Darurat Bahan Bakar Akibat Blokade Minyak Amerika Serikat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Havana — Kuba mengalami krisis bahan bakar yang berdampak luas terhadap layanan publik, transportasi, hingga kebersihan kota setelah suplai minyak dari Venezuela terhenti akibat tekanan kebijakan Amerika Serikat terhadap negara-negara pemasok energi ke Havana.

Pemerintah Kuba menerapkan penghematan ketat dengan menutup sementara sejumlah hotel, mengurangi layanan transportasi umum, serta memindahkan wisatawan guna menekan konsumsi energi di tengah pemadaman listrik berkepanjangan dan keterbatasan bahan bakar avtur di bandara.

Krisis ini disebut berkaitan dengan ancaman tarif Amerika Serikat kepada negara yang menjual minyak ke Kuba, langkah yang diklaim Washington sebagai tekanan politik dan ekonomi agar Havana melakukan reformasi, sementara Kuba menilai kebijakan tersebut sebagai blokade ekonomi dan finansial yang memperparah situasi domestik.

Dampak paling terlihat terjadi di ibu kota Havana ketika layanan pengangkutan sampah terganggu akibat kekurangan solar, menyebabkan penumpukan limbah di jalanan, meningkatnya risiko kesehatan, serta keluhan warga mengenai bau menyengat dan potensi penyebaran penyakit.

Embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung lebih dari setengah abad kembali diperketat dengan penargetan kapal pengangkut minyak serta ancaman tarif bagi negara pemasok, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan penghentian sanksi sepihak karena dinilai berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan.

Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB menyatakan pembatasan pasokan energi berdampak langsung pada rumah sakit, unit gawat darurat, serta penyimpanan vaksin dan obat yang membutuhkan listrik stabil, sehingga menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan warga sipil.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah negara menyatakan bantuan kemanusiaan kepada Kuba melalui jalur internasional, termasuk Spanyol dan Meksiko yang menyalurkan bantuan pangan serta produk kesehatan guna meredam dampak sosial dan ekonomi krisis energi yang sedang berlangsung. (Amri-untuk Indonesia)