Monday, 13 April 2026

Detoks Digital Jadi Solusi Kecanduan Ponsel

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, — Paparan penggunaan ponsel secara berlebihan kini menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan mental hingga fisik. Para ahli menilai, kebiasaan seperti doomscrolling atau mengonsumsi informasi negatif secara terus-menerus dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang. (12/4/26)

Asisten profesor psikiatri dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, menjelaskan bahwa penggunaan ponsel berlebih tidak hanya memengaruhi fokus, tetapi juga suasana hati dan stabilitas emosi.

“Hal ini dapat memicu iritabilitas, kecemasan, bahkan kemarahan, karena seseorang terus terpapar informasi negatif tanpa disadari,” ujarnya.

Fenomena doomscrolling terjadi ketika seseorang terus menggulir layar untuk mencari informasi, namun justru terjebak dalam arus berita buruk yang memperburuk kondisi mental. Siklus ini berulang, di mana perasaan negatif mendorong penggunaan ponsel lebih lama.

Data menunjukkan hampir setengah populasi di Amerika Serikat merasa kecanduan ponsel. Rata-rata pengguna bahkan memeriksa perangkat mereka setiap lima menit atau sekitar 186 kali dalam sehari.

Menurut Naomi, kecanduan tidak hanya berkaitan dengan zat, tetapi juga perilaku. Ketergantungan pada ponsel ditandai dengan penggunaan kompulsif, sulit mengontrol waktu layar, hingga muncul rasa gelisah saat tidak terhubung.

Gejala lain yang muncul meliputi gangguan tidur, kelelahan, sakit kepala, hingga nyeri pada tangan atau yang dikenal sebagai “jempol digital”.

Strategi Detoks Digital

Sebagai solusi, para ahli merekomendasikan langkah detoks digital untuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memantau durasi penggunaan ponsel dan media sosial
  • Menyusun rencana pengurangan waktu layar secara bertahap
  • Mengganti kebiasaan scrolling dengan aktivitas lain seperti membaca atau olahraga
  • Membatasi penggunaan aplikasi tertentu dengan timer

Detoks digital tidak harus dilakukan secara ekstrem. Bagi sebagian orang, cukup dengan mengurangi penggunaan beberapa jam per hari, sementara lainnya bisa memilih jeda total dalam periode tertentu.

Namun demikian, proses ini juga dapat memunculkan efek samping sementara seperti rasa bosan, cemas, hingga dorongan kuat untuk kembali menggunakan perangkat.

Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa pengurangan waktu layar secara aktif mampu meningkatkan fokus, kontrol diri, kemampuan sosial, serta kreativitas.

Para ahli menekankan bahwa kesadaran terhadap pola penggunaan ponsel menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kesehatan mental.

(Amri-untuk Indonesia)