lognews.co.id, Semarang — Pesepakbola Timnas Indonesia asal Blora, Pratama Arhan, dipastikan menjadi lulusan perdana Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang menerima ijazah berteknologi blockchain pada wisuda April 2026. (03/4/26)
Udinus menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Tengah yang mengintegrasikan sertifikat akademik berbasis blockchain melalui kerja sama dengan Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center (IBC), dan Sealbound UAE. Implementasi ini dirancang untuk menghadirkan rekam jejak akademik yang terenkripsi, transparan, dapat diverifikasi kapan pun, dan tidak dapat diubah, sehingga menekan risiko pemalsuan dokumen yang kian marak di era digital.
Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono menyebut sistem tersebut menjadikan ijazah bukan lagi sekadar dokumen fisik, melainkan identitas akademik digital berlapis keamanan kriptografis. Mekanisme verifikasi dilakukan melalui ledger blockchain sehingga institusi, perusahaan, atau lembaga luar negeri dapat memvalidasi keabsahan ijazah secara instan tanpa risiko manipulasi.
Pemain klub Bangkok United itu baru menyelesaikan sidang skripsi di Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus pada Rabu (1/4). Penelitiannya mengulas pengaruh brand ambassador, social media marketing, dan brand familiarity terhadap penjualan sepatu sepak bola Mizuno, memanfaatkan posisinya sebagai brand ambassador.
Arhan dinyatakan lulus dengan revisi minor dan kini mengebut penyelesaian revisi agar dapat mengikuti wisuda tepat waktu. Ia juga telah menyampaikan rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Ilmu Komunikasi melalui skema beasiswa internal Udinus.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Saya sudah berencana mengambil beasiswa S2,” ujar Arhan.
Dosen pembimbing, Dr Mahmud, memastikan Arhan menjalani proses sidang dengan baik dan memiliki pemahaman kuat terkait penelitian yang ia lakukan.
Implementasi ijazah blockchain di Udinus menjadi bagian dari tren global digital credentialing. Teknologi ini memberi beberapa keuntungan strategis:
- Anti-pemalsuan: Data akademik disimpan dalam jaringan terdistribusi yang tidak dapat diubah.
- Verifikasi instan: Lembaga perekrut dapat memeriksa keabsahan ijazah tanpa proses administrasi panjang.
- Akses lintas negara: Kredensial mudah digunakan untuk kebutuhan beasiswa, migrasi kerja, dan studi lanjut.
- Penyimpanan berkelanjutan: Dokumen digital tidak akan hilang atau rusak seperti dokumen fisik.
- Standar internasional: Menambah daya saing lulusan di pasar kerja global.
Udinus menargetkan seluruh lulusan mulai 2026–2027 beralih ke format digital blockchain sebagai standar universal institusi.



