lognews.co.id — Buka puasa bersama (bukber) telah menjadi tradisi rutin setiap Ramadhan. Namun, tidak sedikit agenda yang ramai dibahas di grup pesan instan justru berakhir tanpa kepastian. Masalah umum meliputi sulit menentukan tanggal, peserta mendadak batal, hingga restoran penuh.
Agar bukber benar-benar terlaksana dan berjalan efektif, diperlukan koordinasi tegas serta perencanaan sistematis. Berikut enam strategi praktis yang dapat langsung diterapkan.
1. Tunjuk Satu Koordinator
Rencana sering gagal karena tidak ada pengambil keputusan. Tunjuk satu koordinator sebagai penanggung jawab. Tugasnya merangkum diskusi, menetapkan batas waktu keputusan, serta mengunci hasil akhir jika percakapan mulai melebar.
2. Berikan Opsi Spesifik
Hindari pertanyaan terbuka seperti “kapan dan di mana?”. Siapkan 2–3 pilihan tanggal dan lokasi yang sudah disaring. Gunakan fitur polling agar proses pemilihan cepat. Tetapkan tenggat waktu voting untuk mencegah keputusan berlarut.
3. Reservasi Lebih Awal
Ramadhan merupakan periode ramai bagi restoran. Setelah jumlah peserta terkunci, segera lakukan reservasi. Pilih lokasi strategis dengan fasilitas musala agar ibadah Maghrib dapat dilakukan tanpa hambatan.
4. Terapkan Sistem Uang Muka (DP)
Meminta uang muka efektif menekan pembatalan mendadak. Peserta yang sudah membayar cenderung memiliki komitmen lebih tinggi untuk hadir. Sistem ini juga membantu memastikan kepastian jumlah tamu.
5. Buat Undangan Digital
Undangan visual dengan informasi lengkap—tanggal, waktu berkumpul (disarankan 30–60 menit sebelum adzan), lokasi, dan estimasi biaya—membuat acara terasa lebih serius dan terorganisasi. Undangan digital juga meningkatkan partisipasi.
6. Lakukan Pre-Order Menu
Koordinasikan menu sebelum hari pelaksanaan agar makanan siap saat adzan Maghrib. Pre-order mengurangi antrean dan memastikan pelayanan lebih cepat.
Dengan perencanaan rapi dan komitmen bersama, bukber tidak lagi sekadar wacana. Ketegasan dalam koordinasi menjadi kunci agar momen silaturahmi Ramadhan berjalan lancar dan bermakna.
(Amri-untuk Indonesia)



