Wednesday, 25 February 2026

Canggih, Deteksi Penyakit dan Perubahan Perilaku Ayam dengan IOT

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Mendeteksi penyakit, perubahan perilaku ayam, hingga dinamika lingkungan kandang kini tidak lagi bergantung pada pengamatan manual semata. Teknologi modern memungkinkan analisis suara, foto, dan video kandang untuk menghasilkan data presisi yang mendukung pengambilan keputusan cepat dan akurat.

Lonjakan populasi global yang diproyeksikan mencapai 10 miliar dalam 50 tahun ke depan menjadikan sektor pangan, termasuk broiler, sebagai industri strategis. Permintaan daging ayam sebagai sumber protein hewani meningkat signifikan, sehingga efisiensi produksi dan peningkatan kesejahteraan ternak menjadi prioritas utama.

Transformasi kandang dari sistem terbuka menuju semi-closed house dan closed house meningkatkan kontrol lingkungan, namun juga menambah kompleksitas manajemen. Dibutuhkan sistem pemantauan yang mampu bekerja real time dan minim intervensi langsung agar tidak menambah stres pada ayam. Di sinilah konsep Precision Livestock Farming (PLF) berperan.

PLF mengintegrasikan sensor, Internet of Things (IoT), robotik, serta kecerdasan buatan (AI) untuk memonitor kondisi kandang secara berkelanjutan. Sistem ini mampu mengumpulkan data terkait suhu, kelembapan, intensitas cahaya, kadar gas seperti CO₂ dan amonia, konsumsi pakan, pola pertumbuhan, hingga perilaku ayam.

Analisis suara menjadi salah satu inovasi penting dalam PLF. Perubahan pola vokalisasi ayam dapat mengindikasikan stres, gangguan pernapasan, atau kepadatan kandang yang berlebihan. Sementara itu, teknologi pengolahan citra (image processing) dan thermal imaging memungkinkan deteksi dini kelainan postur, lesi kaki, hingga peningkatan suhu tubuh yang berkaitan dengan infeksi.

Data yang terkumpul kemudian diproses menggunakan algoritma machine learning untuk menghasilkan rekomendasi otomatis. Sistem ventilasi, pemanas, atau pendingin kandang dapat diatur secara otomatis berdasarkan hasil analisis tersebut. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kesejahteraan ayam.

Kajian literatur dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Web of Science menunjukkan bahwa sebagian besar teknologi PLF masih berada pada tahap eksperimental. Meski demikian, potensi penerapannya di peternakan komersial sangat besar, terutama dalam meningkatkan akurasi monitoring dan menekan angka mortalitas.

Ayam broiler modern dikenal sensitif terhadap fluktuasi suhu dan kualitas udara. Stres panas dapat menurunkan konsumsi pakan dan meningkatkan risiko kematian, sementara suhu rendah memicu penumpukan ayam yang berdampak pada lemahnya sistem imun. Oleh karena itu, sistem sensor otomatis yang terintegrasi menjadi faktor kunci dalam produksi broiler modern.

Meski menawarkan efisiensi tinggi, penerapan PLF juga menghadapi tantangan, seperti biaya investasi awal, kebutuhan tenaga kerja terampil, serta integrasi sistem digital yang kompleks. Namun dalam jangka panjang, pendekatan berbasis data ini berpotensi meningkatkan produktivitas, kualitas daging, dan keberlanjutan usaha.

Precision Livestock Farming menandai era baru peternakan broiler berbasis teknologi. Analisis suara, foto, dan video bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen strategis dalam menjaga kesehatan ayam dan optimalisasi produksi secara presisi.

(Amri-untuk Indonesia)