Tuesday, 17 February 2026

SEAblings Kembali Viral, Solidaritas Netizen ASEAN Menguat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id – Dunia maya kembali diramaikan istilah “SEAblings” yang masuk jajaran topik hangat media sosial. Fenomena ini menggambarkan solidaritas spontan warganet negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) yang bersatu menghadapi isu tertentu di ruang digital lintas negara.

Kebangkitan istilah tersebut dipicu insiden konser K-Pop di Kuala Lumpur pada akhir Januari 2026. Sejumlah penggemar asal Korea Selatan dilaporkan membawa kamera profesional ke dalam venue meski telah dilarang penyelenggara. Protes penonton lokal di platform X kemudian memicu perdebatan hingga merembet pada stereotip budaya.

Alih-alih mereda, percakapan justru berkembang menjadi solidaritas regional. Warganet Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Vietnam kompak membela Malaysia melalui tagar dan meme yang menekankan persatuan Asia Tenggara. Aksi saling dukung ini kembali mengangkat istilah SEAblings sebagai simbol kebersamaan digital.

Secara etimologis, SEAblings merupakan gabungan kata “SEA” (Southeast Asia) dan “Siblings” (saudara). Istilah ini tidak merujuk organisasi resmi, melainkan fenomena sosial spontan ketika warganet ASEAN merasa memiliki kepentingan dan identitas bersama di ruang daring.

Istilah SEAblings sebenarnya telah muncul sejak 2024 dan menguat sepanjang 2025. Salah satu momen yang banyak disorot terjadi saat warganet lintas negara mengirim bantuan makanan dan logistik kepada demonstran di Indonesia melalui layanan ojek daring, sebagai bentuk empati regional.

Kembalinya tren SEAblings pada 2026 menandakan bahwa solidaritas digital di Asia Tenggara kian terstruktur secara organik. Fenomena ini menunjukkan bagaimana identitas regional dapat terbentuk melalui interaksi media sosial, sekaligus menjadi respons kolektif terhadap isu rasisme, stereotip budaya, maupun ketidakadilan yang dirasakan bersama.

(Amri-untuk Indonesia)