lognews.co.id – Radikal bebas menjadi ancaman kesehatan yang sering kali tidak disadari, meski tubuh memproduksinya secara alami setiap hari. Molekul reaktif ini dapat merusak sel, protein, dan DNA jika tidak seimbang dengan antioksidan. Masyarakat urban di Indonesia, yang kerap terpapar polusi udara dan asap rokok, berisiko tinggi mengalami stres oksidatif akibat radikal bebas.
Radikal bebas terbentuk saat tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Sebagian kecil molekul oksigen berubah menjadi radikal bebas, yang disebut "bebas" karena sifatnya sangat reaktif dan mudah bereaksi dengan molekul lain. Proses ini memicu kerusakan sel dan jaringan. Selain dari dalam tubuh, produksi radikal bebas juga meningkat akibat inflamasi, cedera, atau paparan faktor eksternal.
Sumber eksternal radikal bebas sering ditemui sehari-hari tanpa kita sadari, berdasarkan sumbernya berikut asal radikal bebas :
Ozon dan radiasi X-ray.
Polusi udara serta asap rokok.
Minuman beralkohol.
Produk industri seperti pestisida.
Paparan berlebih terhadap faktor-faktor ini mempercepat produksi radikal bebas, sehingga penting membatasi kontaknya.
Bahaya Radikal Bebas bagi Kesehatan
Tubuh memang menghasilkan radikal bebas sebagai bagian metabolisme normal. Selama seimbang dengan antioksidan, tidak ada masalah. Namun, saat kadarnya melebihi kemampuan netralisasi (stres oksidatif), kerusakan pun terjadi pada DNA, protein, dan lemak sel.
Stres oksidatif terkait berbagai penyakit serius, seperti stroke, penyakit jantung, hipertensi, artritis, dan Alzheimer. Tak hanya itu, paparan sinar matahari berlebih atau asap rokok memicu kerusakan oksidatif pada kulit, paru-paru, dan organ dalam, hingga menyebabkan penuaan dini.
Pencegahan Sederhana dari Bahaya Radikal Bebas
Untungnya, radikal bebas bisa dicegah dengan langkah mudah. Dukung sistem pertahanan tubuh melalui antioksidan alami dari makanan sehari-hari.
Konsumsi makanan tinggi antioksidan, seperti buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan teh herbal yang kaya polifenol, flavonoid, glutathione, serta vitamin C. Memilih suplemen antioksidan dari apotek atau toko obat herbal yang terdaftar di BPOM. (Amri-untuk Indonesia)


