lognews.co.id — Donor darah tidak hanya menjadi aksi kemanusiaan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan pendonor. Kebutuhan darah di rumah sakit terus tinggi untuk pasien operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit tertentu.
Secara medis, donor darah rutin diketahui membantu melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Sejumlah penelitian menyebut aktivitas donor darah dapat mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan membantu menjaga kesehatan jantung.
Selain manfaat fisik, donor darah juga berdampak positif terhadap kesehatan mental. Aktivitas berbagi kepada sesama dinilai mampu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan emosional, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
Donor darah juga dapat menjadi bentuk pemeriksaan kesehatan sederhana. Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, hingga kadar hemoglobin untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.
Kegiatan donor darah turut membantu menjaga keseimbangan kadar zat besi dalam tubuh. Setiap donor darah akan mengurangi sebagian kadar zat besi yang kemudian dapat digantikan melalui konsumsi makanan bergizi.
Sejumlah kondisi medis sangat membutuhkan transfusi darah, di antaranya korban kecelakaan, pasien anemia berat, komplikasi kehamilan, pasien kanker, hingga penderita penyakit tertentu yang memerlukan transfusi berkala.
Namun tidak semua orang dapat langsung menjadi pendonor. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti usia 17 hingga 60 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, tekanan darah stabil, suhu tubuh normal, serta kadar hemoglobin sesuai ketentuan medis.
Selain itu, calon pendonor harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan donor darah aman bagi pendonor maupun penerima darah.
Masih banyak mitos yang berkembang terkait donor darah, mulai dari anggapan donor darah menyebabkan kegemukan hingga risiko tertular penyakit. Padahal proses donor dilakukan menggunakan alat steril sekali pakai sehingga aman bagi pendonor.
Pakar kesehatan menilai donor darah rutin dapat menjadi kebiasaan positif yang tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh pendonor secara menyeluruh. (Amri-untuk Indonesia)



