Wednesday, 20 May 2026

Jepang Uji Obat Penumbuh Gigi Pertama di Dunia, Targetkan Solusi Alami Tanpa Implan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jepang – Obat penumbuh gigi pertama di dunia yang diklaim mampu merangsang pertumbuhan gigi baru secara alami pada manusia. Terobosan ini ditujukan bagi penderita congenital tooth agenesis, yakni kondisi bawaan lahir ketika seseorang tidak memiliki sebagian gigi permanen. 

Berbeda dengan metode konvensional seperti implan atau pemasangan gigi palsu, terapi terbaru ini berupaya mengaktifkan kembali bibit gigi yang sebelumnya tidak berkembang agar dapat tumbuh secara alami di dalam rahang pasien.

Pengembangan teknologi tersebut kembali menjadi sorotan setelah sejumlah penelitian terbaru di Jepang memasuki tahap uji klinis terhadap manusia. Berdasarkan publikasi ilmiah dalam Journal of Oral Biosciences 2026, terapi regenerasi gigi permanen dilakukan menggunakan antibodi anti-USAG-1 atau TRG035.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan memanfaatkan teknologi MRI dan CT scan untuk memantau pembentukan tooth germ atau bakal calon gigi baru selama proses pengujian berlangsung.

Protein USAG-1 diketahui memiliki peran menghambat pertumbuhan gigi. Melalui antibodi khusus, para peneliti mencoba menekan aktivitas protein tersebut sehingga bibit gigi yang tidak berkembang dapat aktif kembali dan membentuk gigi baru.

Riset ini dipimpin ilmuwan Jepang Katsu Takahashi bersama tim peneliti regeneratif gigi. Sebelum memasuki tahap uji klinis manusia, terapi tersebut telah lebih dulu diuji pada hewan dan menunjukkan hasil menjanjikan.

Selain membantu fungsi mengunyah dan berbicara, teknologi ini juga dinilai berpotensi meningkatkan kualitas hidup dan rasa percaya diri pasien yang mengalami kehilangan gigi permanen sejak lahir.

Meski demikian, para peneliti menegaskan teknologi regenerasi gigi masih memerlukan penelitian lanjutan guna memastikan tingkat keamanan, efektivitas, serta kemungkinan efek samping sebelum digunakan secara luas di dunia medis.

Apabila berhasil lolos seluruh tahapan pengujian, terapi tersebut berpotensi menjadi salah satu revolusi besar dalam dunia kedokteran gigi modern karena memungkinkan manusia menumbuhkan gigi baru tanpa prosedur implan permanen. (Amri-untuk Indonesia)