lognews.co.id – Kebiasaan menggunakan handuk secara bergantian dengan anggota keluarga atau orang lain ternyata dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit kulit, termasuk kusta. Praktik yang masih sering dianggap sepele itu dinilai berbahaya karena berkaitan langsung dengan kebersihan pribadi atau personal hygiene.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Arriadna, mengatakan penularan penyakit kulit dapat terjadi melalui penggunaan barang pribadi secara bersama-sama, salah satunya handuk.
“Kusta ini disebabkan oleh kuman microbacterial lepre. Itu bakterinya yang bisa menular kalau satu rumah tukar-tukaran handuk,” kata Arriadna di sela Rapat Kerja Kesehatan Nasional di ICE BSD, Tangerang Selatan.
Menurutnya, menjaga kebersihan diri menjadi faktor penting dalam mencegah penularan penyakit kulit. Selain kusta, berbagai infeksi kulit lain seperti kurap dan panu juga dapat menyebar melalui kebiasaan berbagi handuk.
Ia menjelaskan, banyak masyarakat tidak menyadari gejala awal penyakit kulit sehingga penanganan sering terlambat. Padahal, proses penyembuhan beberapa penyakit kulit membutuhkan waktu cukup lama dan memerlukan disiplin pengobatan.
“Untuk kusta, penyembuhannya bisa berjalan enam sampai 12 bulan,” ujarnya.
Selain risiko bakteri, handuk lembap yang dipakai bergantian juga dapat menjadi media berkembangnya jamur dan mikroorganisme penyebab gangguan kulit lainnya.
Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat agar setiap anggota keluarga memiliki handuk pribadi dan rutin mencuci handuk secara berkala untuk menjaga kebersihan.
Penggunaan handuk secara terpisah dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular berbasis kontak kulit dan kebersihan lingkungan rumah tangga.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menghentikan pengobatan penyakit kulit secara sepihak sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis karena dapat memperpanjang masa penyembuhan maupun meningkatkan risiko penularan. (Amri-untuk Indonesia)



