lognews.co.id, Jakarta - Sejumlah area di dalam rumah yang terlihat bersih ternyata dapat menjadi tempat paling kotor dan berpotensi menyimpan berbagai bakteri berbahaya bagi kesehatan. Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele membuat banyak orang jarang membersihkan area tersebut secara menyeluruh. (13/5/26)
Aktivitas rutin seperti memasak, mandi, hingga menaruh pakaian kotor tanpa disadari dapat memicu penumpukan kuman dan jamur. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi itu berisiko memengaruhi kesehatan penghuni rumah.
Berikut empat area rumah yang disebut paling rawan menjadi sarang bakteri:
1. Dapur
Dapur sering dianggap sebagai area paling bersih karena berkaitan dengan makanan. Namun berbagai penelitian justru menyebut area pengolahan makanan menyimpan lebih banyak bakteri dibanding kamar mandi.
Spons cuci piring dan lap dapur menjadi sumber utama penyebaran bakteri seperti Salmonella dan E. coli. Selain itu, talenan, wastafel, rak kulkas, hingga mesin kopi juga berpotensi menyimpan kuman jika tidak dibersihkan secara rutin.
Bagian dalam kulkas menjadi area yang paling sering luput dari perhatian akibat sisa cairan makanan dan kelembapan yang menumpuk.
2. Kamar mandi
Kondisi lembab membuat kamar mandi menjadi tempat ideal berkembangnya bakteri dan jamur. Area bak mandi, shower, saluran air, hingga lantai toilet disebut paling rawan terkontaminasi.
Selain itu, handuk mandi yang jarang dijemur serta sikat gigi yang diletakkan terbuka juga dapat menjadi media penyebaran bakteri.
Membersihkan kamar mandi menggunakan disinfektan secara rutin dan menjaga sirkulasi udara dinilai penting untuk mencegah pertumbuhan kuman.
3. Ruang tamu
Ruang tamu menjadi lokasi dengan intensitas sentuhan tinggi karena digunakan seluruh anggota keluarga maupun tamu.
Remote televisi, keyboard komputer, gawai, sofa, dan karpet termasuk benda yang paling banyak menyimpan debu serta bakteri. Bahkan karpet disebut mampu menampung debu berkali-kali lipat dari beratnya sendiri.
Virus tertentu juga dapat bertahan di permukaan plastik selama beberapa hari sehingga benda yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi media penularan penyakit.
4. Tempat baju kotor
Keranjang pakaian kotor maupun pakaian basah yang terlalu lama berada di mesin cuci dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri.
Baju lembab yang tidak segera dikeringkan biasanya menimbulkan bau apek akibat perkembangan mikroorganisme pada serat kain. Kondisi tersebut juga berisiko menyebabkan iritasi kulit.
Penggunaan air hangat saat mencuci serta membersihkan mesin cuci secara berkala dinilai efektif membantu mengurangi pertumbuhan kuman pada pakaian.
Menjaga kebersihan area-area tersebut secara rutin menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang sehat dan aman bagi keluarga.
(Amri-untuk Indonesia)



