Thursday, 30 April 2026

Menkes Budi Gunadi Bagikan Teknik Box Breathing untuk Cegah Burnout Saat Sibuk

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin membagikan tips sederhana untuk mencegah burnout dan menjaga fokus di tengah padatnya aktivitas kerja. Teknik tersebut dikenal sebagai box breathing, metode pernapasan teratur yang dinilai efektif menenangkan pikiran serta mengembalikan konsentrasi. (30/4/26).

Di tengah ritme kerja cepat, rapat beruntun, dan tuntutan multitasking, banyak pekerja mengalami kelelahan mental yang berdampak pada turunnya produktivitas.

Teknik Pernapasan Sederhana

Melalui unggahan media sosial pribadinya, Menkes menjelaskan box breathing dapat dilakukan setiap kali seseorang berpindah aktivitas atau sebelum memulai rapat penting.

“Biar tidak burnout dan gagal fokus, lakukan teknik box breathing. Caranya mudah, tarik napas 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4 detik, tahan lagi 4 detik, ulangi 4 sampai 6 kali,” ujarnya.

Menurutnya, teknik singkat berdurasi satu hingga dua menit itu cukup membantu menjaga ketajaman pikiran di sela agenda harian yang padat.

Cara Melakukan Box Breathing

Metode ini dilakukan dengan pola napas berbentuk empat tahap seimbang:

  1. Tarik napas selama 4 detik
  2. Tahan napas selama 4 detik
  3. Hembuskan napas selama 4 detik
  4. Tahan kembali selama 4 detik
  5. Ulangi 4 hingga 6 siklus

Pola ritmis tersebut membantu tubuh beralih dari kondisi tegang menuju lebih stabil dan rileks.

Manfaat bagi Kesehatan Mental

Teknik box breathing banyak digunakan dalam manajemen stres karena mampu membantu:

  • Menurunkan ketegangan dan rasa panik
  • Meningkatkan fokus saat bekerja
  • Menenangkan pikiran sebelum mengambil keputusan
  • Membantu tidur lebih baik
  • Menurunkan respons hormon stres
  • Menstabilkan irama pernapasan

Relevan untuk Pekerja Modern

Di era kerja digital dengan distraksi tinggi, kemampuan mengatur napas menjadi salah satu alat sederhana namun efektif menjaga performa harian.

Metode ini dapat diterapkan pekerja kantoran, pelajar, tenaga lapangan, hingga siapa pun yang membutuhkan jeda cepat untuk mengembalikan fokus.

Pencegahan Burnout Perlu Jadi Kebiasaan

Burnout umumnya muncul akibat stres berkepanjangan, beban kerja tinggi, kurang istirahat, dan minim jeda pemulihan. Karena itu, selain teknik pernapasan, masyarakat juga disarankan menjaga tidur cukup, aktivitas fisik rutin, hidrasi, serta manajemen waktu kerja yang sehat.

Langkah kecil yang konsisten sering kali lebih efektif dibanding menunggu tubuh benar-benar kelelahan. (Amri-untuk Indonesia)