Thursday, 16 April 2026

Diare Tiba-Tiba Bisa Jadi Sinyal Awal Serangan Jantung, Ini Penjelasannya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Diare yang muncul tiba-tiba tidak selalu sekadar gangguan pencernaan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menjadi gejala awal masalah serius seperti serangan jantung, terutama pada kelompok pasien berisiko. (14/4/26)

Fenomena ini terjadi karena adanya keterkaitan sistem saraf tubuh yang mengatur kerja jantung dan saluran pencernaan, sehingga gangguan pada jantung dapat memicu respons tidak langsung berupa percepatan aktivitas usus.

Dalam beberapa kasus, serangan jantung—khususnya yang terjadi di bagian bawah jantung—dapat merangsang saraf vagus, yang juga berperan dalam sistem pencernaan, sehingga memunculkan gejala seperti diare, mual, dan rasa tidak nyaman di perut.

Gejala ini tergolong sebagai gejala atipikal, yakni tanda penyakit yang tidak muncul dalam bentuk umum seperti nyeri dada, sehingga kerap disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa.

Risiko gejala tidak khas ini lebih tinggi terjadi pada penderita diabetes dan pasien dengan riwayat penyakit jantung, karena kerusakan saraf dapat mengurangi sensitivitas terhadap nyeri khas di dada.

Diare yang berkaitan dengan gangguan jantung umumnya disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, hingga pusing, yang menandakan adanya gangguan aliran oksigen ke otot jantung.

Pakar kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa, karena deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius akibat gangguan jantung. (Amri-untuk Indonesia)

Diare Tiba-Tiba Bisa Jadi Sinyal Awal Serangan Jantung, Ini Penjelasannya

lognews.co.id, Jakarta — Diare yang muncul tiba-tiba tidak selalu sekadar gangguan pencernaan, tetapi dalam kondisi tertentu dapat menjadi gejala awal masalah serius seperti serangan jantung, terutama pada kelompok pasien berisiko. (14/4/26)

Fenomena ini terjadi karena adanya keterkaitan sistem saraf tubuh yang mengatur kerja jantung dan saluran pencernaan, sehingga gangguan pada jantung dapat memicu respons tidak langsung berupa percepatan aktivitas usus.

Dalam beberapa kasus, serangan jantung—khususnya yang terjadi di bagian bawah jantung—dapat merangsang saraf vagus, yang juga berperan dalam sistem pencernaan, sehingga memunculkan gejala seperti diare, mual, dan rasa tidak nyaman di perut.

Gejala ini tergolong sebagai gejala atipikal, yakni tanda penyakit yang tidak muncul dalam bentuk umum seperti nyeri dada, sehingga kerap disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa.

Risiko gejala tidak khas ini lebih tinggi terjadi pada penderita diabetes dan pasien dengan riwayat penyakit jantung, karena kerusakan saraf dapat mengurangi sensitivitas terhadap nyeri khas di dada.

Diare yang berkaitan dengan gangguan jantung umumnya disertai gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, hingga pusing, yang menandakan adanya gangguan aliran oksigen ke otot jantung.

Pakar kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh yang tidak biasa, karena deteksi dini menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius akibat gangguan jantung. (Amri-untuk Indonesia)