Sunday, 19 April 2026

Hari Parkinson Sedunia, Kemenkes Soroti Lonjakan Kasus Dan Pentingnya Akses Perawatan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Kementerian Kesehatan menegaskan peringatan Hari Parkinson Sedunia bertema “United for Progress, Hope for All” menjadi momentum memperkuat solidaritas global, pemerataan akses perawatan, serta dorongan riset inovatif di tengah meningkatnya jumlah penderita. (13/4/26)

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyebut lebih dari 10 juta orang di dunia hidup dengan Penyakit Parkinson, sementara di Indonesia jumlahnya diperkirakan melampaui 1,1 juta kasus dengan sekitar 80 ribu kasus baru setiap tahun.

Penyakit yang pertama kali dijelaskan oleh James Parkinson pada 1817 ini bersifat progresif dan berdampak luas terhadap kualitas hidup, mencerminkan meningkatnya beban penyakit degeneratif seiring penuaan populasi.

Gejala utama meliputi tremor, perlambatan gerak, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan, serta dampak non-motorik seperti depresi, gangguan tidur, hingga penurunan fungsi kognitif yang dapat memperburuk kondisi pasien.

Sejumlah tokoh dunia seperti Muhammad Ali, Michael J. Fox, dan Neil Diamond menjadi simbol bahwa penyakit ini tidak mengenal batas profesi, sekaligus menginspirasi ketangguhan dalam menghadapi kondisi tersebut.

Penanganan Parkinson saat ini berfokus pada pengelolaan gejala melalui obat seperti levodopa, terapi fisik dan wicara, hingga prosedur stimulasi otak dalam, sementara dukungan keluarga dan komunitas menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas hidup pasien. (Amri-untuk Indonesia)