Sunday, 12 April 2026

Setiap Menit 2 Orang Terinfeksi, RI Percepat Eliminasi Tuberkulosis

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia menetapkan percepatan eliminasi Tuberkulosis sebagai langkah darurat nasional menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit tersebut. (11/4/26)

Dalam kegiatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin P. Octavianus, mengungkapkan situasi TB di Indonesia masih sangat serius. Ia menyebut, setiap menit dua orang terinfeksi TB, sementara setiap empat menit satu orang meninggal dunia.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujarnya.

Indonesia mencatat lebih dari satu juta kasus TB setiap tahun, menempatkannya sebagai salah satu negara dengan beban tertinggi secara global.

Sebagai respons, pemerintah mendorong langkah percepatan melalui deteksi dini secara masif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026. Selain itu, strategi diperluas melalui pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan, serta penguatan peran masyarakat dan kader kesehatan di tingkat akar rumput.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,” tegas Benjamin.

Dukungan internasional turut menguat. Perwakilan World Health Organization Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB global.

Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada individu tanpa HIV, serta 8.100 kematian pada kelompok dengan HIV di Indonesia.

WHO juga menyoroti sejumlah tantangan utama, termasuk masih tingginya kasus yang belum terdiagnosis, munculnya TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Meski demikian, perkembangan inovasi memberi harapan baru. Saat ini tengah dikembangkan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat TB, serta 18 kandidat vaksin yang berpotensi mempercepat pengendalian penyakit ini secara global.

Langkah percepatan ini menegaskan bahwa eliminasi TB bukan sekadar target kesehatan, tetapi juga agenda strategis nasional yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pembangunan jangka panjang. (Amri-untuk Indonesia)