lognews.co.id, Jakarta — Campak merupakan infeksi pernapasan akut yang sangat menular dan ditandai ruam kulit disertai gejala mirip flu, dengan periode penularan tinggi bahkan sebelum ruam muncul.
Campak disebabkan virus rubeola yang menyebar melalui percikan air liur dan udara, masuk melalui hidung, mulut, atau mata, kemudian menginfeksi sel imun di paru-paru sebelum menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Virus ini menyebabkan peradangan kapiler pada kulit sehingga memunculkan ruam khas campak, sementara proses infeksi berlangsung cepat dalam 6–21 hari sejak paparan, membuat penderitanya dapat menularkan penyakit 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah ruam muncul.
Anak-anak di bawah lima tahun merupakan kelompok paling rentan, namun siapa pun yang belum pernah terinfeksi atau belum divaksin berisiko sama besar, terutama mereka yang bepergian ke negara dengan angka kasus tinggi atau mengalami kekurangan vitamin A.
Gejala awal meliputi demam tinggi, batuk kering, pilek, mata merah sensitif cahaya, serta munculnya bintik koplik di mulut sebelum ruam menyebar dari belakang telinga ke seluruh tubuh dalam 3–5 hari setelah gejala pertama.
Selain risiko gejala berat seperti diare, muntah, atau penurunan energi drastis, campak juga mudah menyebar di lingkungan padat seperti sekolah dan tempat penitipan anak akibat tingkat infeksi yang sangat tinggi.
Vaksinasi tetap menjadi perlindungan paling efektif untuk mencegah campak pada anak dan dewasa, sekaligus mengurangi risiko penyebaran luas di komunitas. (Amri-untuk Indonesia)



