Tuesday, 31 March 2026

Awas! Ternyata 7 Makanan Ini Tidak Boleh Dimasak di Air Fryer

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Air fryer semakin populer karena mampu memasak dengan sedikit atau tanpa minyak. Alat ini bekerja dengan mengalirkan udara panas berkecepatan tinggi sehingga menghasilkan tekstur renyah dengan kadar lemak lebih rendah. Sejumlah studi pangan bahkan menunjukkan bahwa pemanggangan udara dapat menurunkan pembentukan akrilamida hingga 90 persen dibanding penggorengan tradisional, sehingga dianggap lebih sehat. Namun, tidak semua bahan makanan cocok dimasak dengan air fryer. Beberapa justru kehilangan kualitas, gagal matang, atau merusak mesin. (26/3/26)

Berikut 7 jenis makanan yang sebaiknya tidak dimasak menggunakan air fryer:

1. Nasi

Nasi membutuhkan kelembaban tinggi untuk proses gelatinisasi pati. Udara kering pada air fryer membuat nasi tetap keras dan tidak pernah benar-benar matang, meski ditambah air.

2. Roti Panggang

Sirkulasi udara panas mempercepat penguapan air dalam roti. Hasilnya: tekstur sangat kering, keras, dan cepat hangus, tidak seperti hasil toaster yang lebih stabil.

3. Telur Utuh

Pemanasan tidak merata dan tekanan internal menyebabkan tekstur telur menjadi karet. Air fryer bukan medium yang tepat untuk memproses telur rebus.

4. Hidangan Keju Tanpa Pelapis

Keju meleleh lebih cepat daripada pembentukan permukaan. Tanpa pelapis tepung atau breading, lelehan keju akan jatuh ke dasar basket, mengotori dan berisiko terbakar.

5. Muffin dan Adonan Mengembang

Karena udara panas mengeringkan permukaan terlalu cepat, bagian tengah muffin menjadi keras, tidak lembut, dan gagal mengembang sempurna seperti pada pemanggangan oven.

6. Makanan Berlemak Tinggi (beef slice dan sejenisnya)

Lemak meleleh dan terciprat ke dinding mesin. Ini membuat residu cepat mengering, memicu asap, bau gosong, dan memperpendek umur perangkat.

7. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun tipis kehilangan kadar air dengan sangat cepat. Hasilnya mudah kering, rapuh, bahkan beterbangan di dalam basket, sehingga tidak matang merata.

Air fryer memang unggul dalam pengurangan minyak—hingga 80 persen dibanding deep frying sehingga lebih rendah lemak dan baik untuk pola makan seimbang. Selain itu, penggunaan air fryer untuk makanan ultra-proses seperti nugget dan sosis tidak otomatis membuatnya sehat, karena kandungan kalori tetap tinggi meskipun minyak berkurang. Untuk hasil terbaik, air fryer ideal digunakan pada bahan segar, bukan makanan olahan tinggi lemak. (Amri-untuk Indonesia)