Wednesday, 18 March 2026

Menahan Pipis Saat Mudik Picu Penyakit Prostat? Ini Penjelasan Medisnya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Kebiasaan menahan buang air kecil saat perjalanan mudik kerap menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama dikaitkan dengan risiko penyakit prostat. Namun secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menahan pipis tidak secara langsung menyebabkan gangguan prostat. Prostat sendiri merupakan kelenjar pada pria yang berfungsi memproduksi cairan semen dan terletak di bawah kandung kemih. Salah satu gangguan yang sering terjadi adalah pembesaran prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), yang umumnya dialami pria usia di atas 50 tahun.

Kondisi BPH dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, riwayat keluarga, obesitas, hingga gaya hidup tidak sehat. Artinya, kebiasaan menahan pipis bukan penyebab utama munculnya gangguan prostat tersebut.

Meski demikian, kebiasaan menahan buang air kecil dalam waktu lama tetap tidak dianjurkan. Secara medis, kondisi ini dapat memperburuk gejala gangguan saluran kemih, terutama pada penderita pembesaran prostat.

Beberapa dampak yang bisa muncul akibat sering menahan pipis antara lain rasa nyeri pada kandung kemih, kesulitan buang air kecil, hingga meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih akibat penumpukan urine yang menjadi media berkembangnya bakteri.

Dalam jangka panjang, menahan pipis juga berpotensi menyebabkan gangguan lain seperti batu kandung kemih, inkontinensia urine, hingga gangguan pada ginjal jika terjadi secara berulang dan terus-menerus.

Karena itu, para ahli menyarankan agar tidak menunda keinginan buang air kecil, terutama saat perjalanan jauh seperti mudik. Disarankan untuk buang air kecil secara berkala setiap 3–4 jam, menjaga asupan cairan, serta memanfaatkan rest area yang tersedia selama perjalanan.

Dengan memahami fakta medis ini, masyarakat diimbau untuk tidak terjebak pada mitos yang keliru, sekaligus tetap menjaga kebiasaan sehat demi mencegah gangguan pada sistem kemih.

(Amri-untuk Indonesia)