Tuesday, 17 March 2026

Perut Buncit Sulit Hilang, Inilah 7 Jenis Makanan Pemicu Lemak Perut

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id — Lemak perut atau perut buncit sering kali sulit dihilangkan meskipun seseorang sudah menjalani diet. Salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan tinggi gula tambahan, lemak trans, serta makanan ultra-proses.

Para ahli menyebutkan penurunan lemak perut tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya membutuhkan kombinasi pola makan sehat, olahraga teratur, pengelolaan stres, serta perubahan gaya hidup secara menyeluruh.

Ahli gizi Noah Quezada menyebut penelitian dalam jurnal Obesity Reviews menunjukkan konsumsi kalori berlebih dan makanan ultra-proses menjadi faktor utama meningkatnya lemak di area perut. Makanan tersebut biasanya tinggi gula tambahan dan lemak tidak sehat yang memicu obesitas abdominal.

Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dibatasi jika ingin mengurangi lemak perut:

1. Daging olahan
Makanan seperti sosis, bacon, pepperoni, dan daging deli mengandung lemak jenuh serta bahan pengawet tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan lingkar pinggang dan risiko penyakit kronis.

2. Roti putih dan tepung olahan
Roti dari tepung olahan memiliki kandungan serat rendah. Penelitian menunjukkan konsumsi biji-bijian olahan berhubungan dengan peningkatan lemak visceral di area perut.

3. Permen dan makanan tinggi gula
Permen mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dikonsumsi berlebihan tanpa memberikan rasa kenyang, sehingga kelebihan energinya disimpan sebagai lemak.

4. Es krim
Es krim biasanya tinggi gula dan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan dan memicu penumpukan lemak di perut.

5. Sereal manis
Banyak sereal sarapan mengandung gula tambahan tinggi serta rendah protein dan serat, sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang cukup lama.

6. Kue kemasan
Kue kemasan sering mengandung lemak trans yang berpotensi meningkatkan lemak tubuh dan lingkar pinggang.

7. Makanan cepat saji
Menu gorengan di restoran cepat saji umumnya mengandung lemak trans dan minyak olahan yang dapat memicu peningkatan lemak visceral di sekitar organ perut.

Para ahli menyarankan mengganti makanan tersebut dengan pilihan yang lebih sehat seperti biji-bijian utuh, sayur, buah, serta makanan tinggi protein dan serat guna membantu mengontrol berat badan sekaligus menjaga kesehatan metabolik.

(Amri-untuk Indonesia)